POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mabes Polri menerjunkan 148 ribu personel mengamankan Operasi Ketupat 2023.
Ratusan ribu personel ini akan dikerahkan di sejumlah titik jalur mudik dan jalur arus balik Lebaran 2023 yang diduga menjadi tempat rawan.
Dalam pengamanan ini, setidaknya ada 125 titik rawan terjadi berbagai tindak kejahatan selama mudik dan arus balik.
Aksi rawan yang kerap terjadi, yaitu berupa gangguan Kamseltibcar Lantas atau keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalur tersebut.
"Di 125 titik rawan itu, kita siapkan satgas pengamanan Gabungan Brimob Reserse TNI untuk melakukan penyisiran," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan, Selasa (18/4/2023).
Jenderal bintang empat ini menuturkan, dalam Operasi Ketupat Tahun 2023 pihaknya juga memerintahkan agar para personel menjaga ketat tempat-tempat rawan kejahatan.
"Jalur tol, utamanya non-tol itu betul-betul dijaga dan dikawal dengan baik," ujarnya.
Karena itu, Listyo Sigit menghimbau agar masyarakat segera melapor bila menemukan adanya gangguan Kamtibmas saat arus mudik dan arus balik.
"Masyarakat yang mungkin mendapatkan informasi dan gangguan silahkan melapor ke pos-pos tersebut nanti kita tindaklanjuti," ujarnya.
Seperti diketahui, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi puncak arus mudik lebaran 2023 akan mulai berlangsung pada Tanggal 18 hingga 21 April 2023.
Puncak arus mudik ini, karena adanya usulan cuti bersama dimajukan oleh pemerintah menjadi tanggal 19 April 2023.
Atas hal itu, Korps Lalu Lintas Polri mulai menyusun sejumlah keamanan untuk mengantisipasi terjadinya punca arus mudik.
Adapun untuk arus balik, diprediksikan bakal terjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama akan terjadi pada tangga 25 April 2023.
Pada gelombang pertama ini, arus balik juga akan terjadi pergerakan yang padat.
Sementara untuk gelombang kedua diprediksikan akan terjadi pada Tanggal 1 Me 2023, karena di tanggal ini bertepatan liburan merah.
reporter : firdausi




