POJOKSATU.id - Aksi kemanusiaan Gerakan Anak Negeri kepada korban bencana Sumatera yang dimulai 1 Desember 2025 hingga kini masih terus berlanjut.
Kini tim relawan dan medis memfokuskan pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Tengah.
Lokasi ini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan yang cukup parah di Sumatera Utara.
Kali ini tim Gerakan Anak Negeri memberikan bantuan berupa obat-obatan.
Bantuan tersebut diberikan ke Puskesmas Pembantu (PUSTU) di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Koordinator Tim Gerakan Anak Negeri, Muhammad Indra, mengatakan distribusi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dasar warga yang sampai hari ini masih kesulitan mendapat layanan kesehatan optimal.
Baca Juga: Baru Saja Dilanda Banjir, Warga Ajibata Sumut Ngamuk Gulingkan Truk Bermuatan Kayu Gelondongan
Banyak warga di wilayah terdampak membutuhkan penanganan cepat.
Mulai dari penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga keluhan kronis seperti hipertensi dan diabetes.
"Banyak warga pascabencana membutuhkan obat dasar, termasuk penanganan penyakit kulit, infeksi pernapasan, hingga obat harian untuk pasien hipertensi dan diabetes," ucap Indra, Rabu 17 Desember 2025.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
"Karena itu, kami suplai langsung ke PUSTU agar bisa segera digunakan," sambungnya.
Dalam penyaluran tersebut, Gerakan Anak Negeri membawa puluhan jenis obat.
Mulai dari obat tekanan darah, antibiotik, vitamin, hingga obat demam untuk anak.
Secara keseluruhan, total obat dan perlengkapan kesehatan yang disalurkan ke PUSTU Batangtoru mencapai 359 item, terdiri dari box, botol, pcs, maupun dus.
Kebutuhan obat bukan hanya untuk mengatasi dampak luka dan penyakit akibat banjir, lumpur, atau cuaca ekstrem.
Baca Juga: Lebih 3 Minggu Bencana Banjir Bandang, 41 Orang Masih Hilang di Tapanuli Tengah, Tapsel 30 Orang
Tetapi juga untuk pasien dengan komorbid yang selama mengungsi kesulitan mengakses terapi rutin.
"Ada pasien darah tinggi, asam lambung, diabetes—mereka tidak boleh putus obat," kata dia.
"Karena itu, obat kronis seperti amlodipine, metformin, omeprazole, dan ranitidine juga kami kirimkan," tambahnya.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Gerakan Anak Negeri menyatakan akan terus bergerak hingga layanan kesehatan di lapangan pulih normal.
"Selama fasilitas kesehatan belum pulih penuh, kami akan tetap bergerak," tegas Indra.***




