POJOKSATU.ID - Suasana rapat evaluasi akhir tahun 2025 Pemerintah Kota Palembang mendadak berubah tegang.

Dalam forum yang digelar pada Rabu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam melakukan aksi simbolik yang tak biasa dengan membagikan kain kafan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Aksi tersebut sontak menyita perhatian seluruh peserta rapat.

Baca Juga: REKRUTMEN PPPK Kementerian Hak Asasi Manusia Resmi Dibuka! Disiapkan 500 Formasi, Ini Rincian Syarat dan Jadwalnya

Sejumlah kepala OPD tampak terkejut, bahkan tak menyangka agenda evaluasi kinerja berubah menjadi momen refleksi yang sarat pesan moral.

Namun Ratu Dewa menegaskan, pembagian kain kafan itu bukanlah bentuk ancaman atau intimidasi.

Menurut Ratu Dewa, kain kafan dijadikan simbol pengingat bahwa setiap jabatan yang diemban merupakan amanah besar.

Baca Juga: Gaji PNS 2026 Naik atau Tidak? Purbaya Ungkap Fakta Sebenarnya

Amanah tersebut, kata dia, tidak hanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kelak di hadapan Tuhan.

“Jabatan itu sementara. Yang kita bawa pulang nanti hanya kain kafan. Jadi bekerjalah dengan hati nurani, integritas, dan penuh tanggung jawab,” tegas Ratu Dewa, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com (2/1/2026).

Ia menekankan pentingnya nilai kejujuran dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Baca Juga: NRG Guru Lulusan PPG 2025 Sudah Terbit tapi Belum Valid, Perlu Update Dapodik atau Tunggu Validasi Pusat? Ini Langkah yang Disarankan

Pelayanan publik, menurutnya, tidak boleh dijalankan setengah hati atau sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Ratu Dewa memaparkan capaian kinerja OPD sepanjang 2025.

Sejumlah OPD mendapatkan apresiasi karena dinilai berhasil menjalankan program sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga: Kabar Gembira Awal Tahun! Kemenham Umumkan Rekrutmen 500 Fromasi PPPK 2025, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Namun, tidak sedikit pula OPD yang dinilai menunjukkan kinerja lamban dan tidak maksimal.

Ratu Dewa secara tegas menyampaikan bahwa OPD dengan kinerja buruk akan dievaluasi ulang. Bahkan, ia tidak menutup kemungkinan adanya perombakan jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

“Kalau tidak mampu menjalankan amanah, lebih baik mundur,” ujarnya dengan nada serius.

Baca Juga: Injeksi Dana Rp276 Triliun ke Perbankan Gagal Dongkrak Ekonomi, Apa yang Tersendat?

Sikap tegas ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemkot Palembang untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Ratu Dewa ingin memastikan bahwa setiap kepala OPD benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar mempertahankan jabatan.

Aksi pembagian kain kafan tersebut memicu beragam reaksi.

Baca Juga: Apakah Ini Flu Biasa atau Super Flu? Dokter Ungkap Gejala yang Bikin Pasien Tumbang!

Sebagian peserta rapat mengaku terkejut dan terdiam, sementara lainnya justru mengapresiasi langkah tersebut sebagai pengingat spiritual yang kuat di tengah rutinitas birokrasi.

Bagi Ratu Dewa, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam: kekuasaan dan jabatan hanyalah titipan.

Yang akan dinilai bukan seberapa lama seseorang menjabat, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat selama mengemban amanah tersebut.***