POJOKSATU.id - Masyarakat Indonesia masih dihantui ketakutan dari virus Superflu, yang terbaru ada seorang pasien superflu yang dirawat meninggal di Bandung.
Sontak isu ini ramai sampai ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia pun langsung meresponnya dan memberikan keterangan untuk mereda ketakutan masyarakat ini.
Dalam Video Youtube di akun resmi Kementrian Kesehatan RI yang berjudul Konferensi Pers - Pembangunan Rumah bagi Tenaga Kesehatan & Tenaga Medis Penanganan Bencana Sumatra.
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Tekankan Kolaborasi ASN Hadapi Tantangan Pembangunan 2026
Budi Pun menejelaskan bagaimana fakta sebenarnya kenapa pasien superflu di Bandung meninggal dunia.
"Yang di Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu."
"Ini fatality rate-nya rendah sekali jadi teman-teman enggak usah terlalu khawatir seperti COVID." ucap Budi 12/1/2026.
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Tekankan Kolaborasi ASN Hadapi Tantangan Pembangunan 2026
Ia menegaskan bahwa sang pasien sudah memiliki riwayat penyakit lain yang sudah cukup parah.
Namun kebetulan juga ia terkena virus tersebut jadi ramainya disebut meninggal karena superflu.
Tak hanya itu ia juga menejelaskan bagaimana analoginya agar masyarakat bisa tenang.
"Jadi contohnya misalnya ada orang flu, kemudian ketabrak mobil. Dia meninggal ketabrak mobil, ada flu."
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Tekankan Kolaborasi ASN Hadapi Tantangan Pembangunan 2026
"Tapi meninggalnya karena dia ketabrak mobil sebenarnya, bukan karena flu-nya." tegas budi.
Hal ini diperjelas bahwa superflu ini merupakan virus baru yang dulu sepert COVID-19, Maka dari itu masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
Namun meski tidak berbahaya tetap saja publik tetap harus bisa waspada karena penularannya yang cepat.
Tetap menajaga protokol kesehatan seperti memakai masker dan tetap jaga jarak terhadap orang yang sedang terkena flu.***




