POJOKSATU.id — Aplikasi Jagat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah viralnya fenomena berburu 'Koin Jagat'.

Permainan berbasis peta digital ini menarik perhatian masyarakat, khususnya anak muda, karena menawarkan pengalaman berburu harta karun di dunia nyata dengan hadiah berupa uang tunai dan hadiah menarik lainnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, pengguna aplikasi terlihat berkerumun di berbagai lokasi, seperti taman, pantai, hingga pemakaman, demi menemukan Koin Jagat.

Di Bandung, pencarian koin ini bahkan memicu protes setelah fasilitas di Taman Tegalega rusak akibat perilaku para pencari koin yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, di Bali, sebuah video viral menunjukkan anak muda nekat terjun ke laut di Pantai Sanur untuk berburu koin.

Baca Juga: Muhaimin Iskandar Soroti Perlunya Pembinaan untuk Guru yang Menghukum Siswa karena Nunggak SPP di Medan

Fenomena serupa juga terlihat di Jakarta, dengan pengguna yang mencari koin di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Bahkan di Surabaya, aplikasi Jagat menjadi topik viral di media sosial setelah banyak pengguna berbagi pengalaman berburu koin di lokasi-lokasi terkenal.

Berburu Harta Karun

Koin Jagat merupakan bagian dari fitur terbaru aplikasi Jagat yang disebut Treasure Hunt.

Fitur ini memungkinkan pengguna berburu koin di lokasi-lokasi yang ditampilkan melalui peta digital aplikasi.

Dengan konsep gamifikasi, fitur ini menggabungkan teknologi peta dan pengalaman interaktif yang menyerupai permainan berburu harta karun.

Setelah koin terkumpul, pengguna dapat menukarkannya dengan uang tunai senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah atau hadiah lainnya.

Pro Kontra

Melansir dari berbagai sumber, koin Jagat tersembunyi di lokasi-lokasi tertentu di berbagai sudut kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Baca Juga: Buru-buru Mengejar Rapat, Raffi Ahmad Ngaku Tak di Dalam Mobil R1 36 Saat Kejadian

Proses pencariannya dilakukan secara real-time dengan panduan petunjuk yang tersedia di aplikasi.

Namun, meski menawarkan hadiah menarik, fenomena ini menuai pro dan kontra.

Di satu sisi, banyak orang tergiur dengan hadiah yang ditawarkan. Banyak juga pihak yang mengkhawatirkan dampak negatif, seperti kerusakan fasilitas umum akibat perilaku pencari koin yang tidak bertanggung jawab. ***