POJOKSATU.ID - Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, mengungkap keprihatinan mendalam saat menyebut bahwa maraknya warga Indonesia.
Khususnya para pemuda, pergi bekerja ke luar negeri menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja domestik.
Menurut Purbaya, kondisi ini terjadi karena ekonomi yang melambat membuat penyerapan tenaga kerja dalam negeri menjadi sangat terbatas.
Oleh sebab itu, banyak warga memilih opsi bekerja di luar negeri sebagai solusi mencari penghidupan yang lebih layak.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan program pelatihan vokasional dan magang seperti pelatihan untuk welder dan sektor hospitality sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja formal.
Namun, investasi dan program itu dianggap belum cukup untuk menampung sebagian besar angkatan kerja.
Baca Juga: Rotasi Pejabat Adhyaksa Dituding Abnormal, Peneliti BRIN: Semua Sudah Sesuai Aturan
Di sisi lain, tanggapan dari Komisi XI DPR RI berbeda.
Beberapa anggota menyatakan bahwa jika memang warga memilih bekerja di luar negeri demi kesejahteraan, maka itu adalah pilihan pribadi yang harus dihormati.
Mereka menilai pemerintah tidak bisa memaksa warga untuk tetap tinggal jika ada peluang penghasilan lebih baik di negara lain.
“Saya pikir yang penting kesejahteraan dulu,” kata salah satu wakil dari Komisi XI dalam rapat bersama Purbaya. Dikutip pojoksatu.id dari (instagram rumpi_gosip)
Baca Juga: Audit Internal PBNU Bocor! Dugaan TPPU Rp100 Miliar Jadi Alasan Pemecatan Gus Yahya?
Dia mencontohkan upah di negara tujuan seperti Jepang dan Korea yang jauh lebih tinggi sehingga menjadi daya tarik kuat bagi pekerja Indonesia.
Persoalan ini mencerminkan dilema struktural ketenagakerjaan Indonesia di satu sisi.
keberangkatan pekerja ke luar negeri mencerminkan kegagalan sistem dalam menyediakan peluang kerja dan penghasilan yang layak di sisi lain.
Baca Juga: DOWNLOAD PDF Contoh Soal Sumatif Akhir Semester 1 BAHASA INGGRIS Kelas 6, Kurikulum Merdeka
Regulasi dan realitas ekonomi membuat mobilitas pekerja ke luar negeri menjadi pilihan rasional meskipun hal ini berimplikasi pada tantangan bagi kualitas hidup mereka, ikatan keluarga, serta potensi brain drain.
Ke depan, menurut Purbaya, kunci menghadapi masalah ini adalah dengan meningkatkan investasi nyata ke sektor produktif, menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.
Serta memperkuat pelatihan vokasional untuk menyesuaikan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Bea Cukai di Ujung Tanduk! Purbaya Ancam Ulangi Langkah Soeharto Tahun 1985
Dengan demikian, mereka tidak perlu mencari pekerjaan di luar negeri dan Indonesia bisa mempertahankan sumber daya manusianya.***




