POJOKSATU.id – Potongan video pidato Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video tersebut, Prabowo terdengar menyampaikan pernyataan keras mengenai komitmennya kepada rakyat Indonesia.

Bukan sekadar berbicara soal perubahan, Prabowo dalam pidato itu bahkan mempertaruhkan penilaian masyarakat apabila apa yang disampaikannya ternyata hanya kebohongan atau omong kosong.

Potongan video tersebut kembali viral dan menarik perhatian warganet.

Pernyataan Prabowo dalam rekaman lama itu kemudian dikaitkan dengan berbagai janji politik serta kebijakan pemerintah yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Beda Panggung, Beda Cerita! Prabowo Banggakan MBG di Depan Putin, Media Rusia Malah Beritakan Keracunan

Dalam video tersebut, Prabowo mengawali pernyataannya dengan penegasan yang cukup keras.

“Bohong. Omongnya omong kosong. Kalau Prabowo ngomongnya bohong, rakyat Indonesia yang akan mengutuk saya, akan menghardik saya, akan meludahi saya.”

Pernyataan itu kemudian dilanjutkan dengan penegasan bahwa dirinya tidak akan berdiri di hadapan masyarakat apabila tidak memiliki keyakinan untuk membawa perubahan bagi Indonesia.

“Saya bisa bersama saudara membawa perubahan bagi rakyat Indonesia. Kalau saya tidak yakin dalam hati saya. Kalau saya tidak yakin dalam hati sanubari saya yang paling dalam, saya tidak akan berdiri di sini pada siang hari ini.”

Baca Juga: Di Depan Putin, Prabowo Tegaskan Pembangunan Tak Boleh Cuma Dinikmati Segelintir Orang

Prabowo juga menyinggung rekam jejak pernyataannya yang menurutnya telah terdokumentasi selama bertahun-tahun.

“Ucapan saya direkam. Ucapan saya selama bertahun-tahun ada rekamannya. Saya bicara di televisi, ditonton jutaan orang.”

Di bagian lain, Prabowo kembali menegaskan konsekuensi yang menurutnya akan diterima apabila dirinya hanya menyampaikan kebohongan kepada masyarakat.

“Kalau Prabowo omongnya omong kosong, kalau Prabowo ngomongnya bohong, rakyat Indonesia yang akan mengutuk saya, akan menghardik saya.”

Video Lama Kembali Muncul

Video tersebut bukan merupakan pernyataan baru Prabowo.

Baca Juga: Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Hubungan Indonesia-Rusia Makin Ditegaskan sebagai Kemitraan Strategis

Rekaman itu merupakan potongan pidato lama yang kembali beredar di tengah berbagai perbincangan mengenai pemerintahan saat ini.

Meski demikian, kemunculannya kembali di media sosial membuat pernyataan tersebut mendapatkan konteks baru.

Warganet mulai menghubungkan ucapan Prabowo mengenai perubahan dan komitmennya kepada rakyat dengan berbagai kebijakan serta persoalan yang berkembang setelah dirinya menjadi Presiden.

Frasa “kalau Prabowo ngomongnya bohong” menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian.

Baca Juga: Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Putin di Rusia, Bawa Misi Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia

Sebab, dalam pernyataan tersebut Prabowo secara langsung menyebut rakyat sebagai pihak yang berhak memberikan penilaian terhadap dirinya.

Hal itu pula yang membuat video tersebut tidak hanya dipandang sebagai rekaman pidato politik lama, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dan kritik di media sosial.

Janji Politik Kembali Ditagih

Kembali viralnya video tersebut memperlihatkan bagaimana pernyataan politik seorang tokoh dapat terus diingat publik, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Ketika seorang tokoh politik telah memegang kekuasaan, pernyataan yang sebelumnya disampaikan dalam kampanye atau forum politik dapat kembali muncul dan dibandingkan dengan realisasi kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Gegara Kartu NU Prabowo Balik Lagi ke Muktamar NU, Candaan atau Sinyal 2029?

Dalam konteks video Prabowo tersebut, warganet menyoroti kembali pernyataannya mengenai perubahan bagi rakyat Indonesia.

Prabowo sendiri dalam pidato itu menegaskan bahwa dirinya memiliki keyakinan yang kuat terhadap apa yang disampaikannya.

Bahkan, ia menyebut rekaman pernyataannya selama bertahun-tahun dapat menjadi bukti bahwa apa yang pernah diucapkannya memang terdokumentasi.

Karena itu, munculnya kembali video tersebut dapat dibaca sebagai bentuk penagihan publik terhadap konsistensi antara ucapan dan realisasi.

Baca Juga: Kebalikan Klaim Prabowo dan BPS, Indonesia Rangking 4 Negara dengan Penduduk Miskin Terbanyak, Penentuan Desil Akal-akalan?

Apalagi, Prabowo kini bukan lagi sekadar kandidat yang menyampaikan gagasan dan janji politik.

Ia telah berada di posisi sebagai kepala pemerintahan yang kebijakannya berdampak langsung terhadap masyarakat.

Jadi Bumerang?

Pernyataan lama tersebut pada akhirnya menghadirkan ironi tersendiri.

Ucapan yang dahulu digunakan Prabowo untuk meyakinkan masyarakat mengenai keseriusannya membawa perubahan kini justru kembali beredar ketika publik tengah menilai kinerja pemerintah.