POJOKSATU.id, JAKARTA – Rahayu Saraswati, keponakan Presiden Prabowo Subianto, telah mencuri perhatian publik dengan aksi pembelaannya terhadap Ipda Rudi Soik, seorang anggota Polresta Kupang yang dipecat secara tidak terhormat oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keberanian Rahayu untuk tampil membela Rudi Soik, yang dipecat setelah mengungkap kasus mafia BBM, menunjukkan sisi vokalnya sebagai aktivis perempuan dan pembela hak-hak masyarakat. Namun, ada cerita lebih dalam di balik sosok Rahayu yang perlu diketahui publik.
Rahayu Saraswati, lahir pada 27 Januari 1986, memiliki latar belakang pendidikan yang mengesankan.
Baca Juga: Ganjil Genap Ditiadakan di Pilkada Serentak 2024, Ini Alasan Dibalik Keputusan Dinas Perhubungan
Mulai dari pendidikan dasar di Jakarta, melanjutkan studi di Singapura dan Swiss, hingga akhirnya menempuh pendidikan di Universitas Virginia, Amerika Serikat.
Dengan pendidikan yang mumpuni, Rahayu tidak hanya fokus pada akademik, namun juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk tim sepak bola Junior Ver City yang meraih prestasi nasional.
Meski berasal dari keluarga terpandang, Rahayu memilih jalur yang tidak biasa. Ia memulai karirnya di dunia hiburan melalui trilogi film Merah Putih pada 2009 dan 2011, kemudian merambah dunia broadcasting dan dunia bisnis.
Sebagai pendiri dan CEO The Legacy Pictures, Rahayu membuktikan bahwa ia bukan sekadar anak konglomerat, namun seorang profesional yang gigih dan berdedikasi.
Baca Juga: OJK Jabar Dorong Peternak Domba jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Namun, karir Rahayu di dunia hiburan dan bisnis tidak berlangsung lama. Ia merasa terpanggil untuk berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat lewat jalur politik.
Gabung dengan Partai Gerindra, Rahayu terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2014-2019. Ia dikenal aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak, serta memberantas perdagangan manusia. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 7.
Sosok Rahayu tidak hanya berkiprah di dunia politik, tetapi juga dikenal sebagai seorang ibu yang menjaga keseimbangan antara keluarga dan karir. Ia menikah dengan Harwenro Adityo Dewanto pada 2014 dan dikaruniai dua anak.
Belakangan, Rahayu kembali mencuat setelah pembelaannya terhadap Ipda Rudi Soik yang dipecat setelah mengungkap kasus mafia BBM.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi 3 DPR pada 28 Oktober 2024, Rahayu menegaskan bahwa Rudi Soik adalah seorang polisi yang bersih dan pejuang hak-hak masyarakat.
Ia menyayangkan pemecatan tersebut dan menganggap jika tidak ada tindak lanjut, ia akan membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melaporkannya kepada pamannya, Presiden Prabowo Subianto.
Kasus ini jelas mencuri perhatian publik, karena selain Rahayu yang memiliki akses langsung kepada Presiden, juga karena tindakan Rahayu yang berani mengangkat masalah yang dianggap tidak terungkap dengan jelas.
Rahayu siap memperjuangkan kasus ini lebih jauh demi keadilan bagi Ipda Rudi dan masyarakat.***



