POJOKSATU.id, MEDAN - Hari ini, Rabu (7/6/2023) Kelompok Terbang (Kloter) menjadi kloter terakhir dari Embarkasi Medan yang terbang ke Kota Madinah.

Sebelumnya, pada Selasa (6/6/2023), kloter 15 tiba di Asrama Haji Medan dan segera melakukan proses pelayanan Satu Atap.

Seorang Jemaah Calon Haji nomor manifes 186 terlihat antusias dan merasa bersyukur bisa berangkat ke tanah suci.

Hafifanti Putri Randhika (32) adalah tuna netra yang berangkat ditemani sang ayah. Ia berharap dapat melaksanakan rangkaian proses ibadah haji dengan baik.

“Semoga berjalan dengan baik, semoga bisa beribadah dan meraih haji yang mabrur,” ungkap Putri yang mengalami gangguan penglihatan sejak 3 tahun lalu.

BACA JUGA: Ini Penampakan Jemaah Haji Tertua Se Indonesia, Di Usianya ke 117 Masih Tampak Bugar Menunaikan Ibadah Haji

Putri bercerita, ia tidak menyangka dapat berangkat ke tanah suci. Keberangkatannya ini untuk menggantikan sang ibu yang telah meninggal dunia.

Porsi ibunya kemudian diambi Putri, berharap tujuan perjalanan haji untuk mendoakan sang ibu dapat terkabul.

“Saya menggantikan ibu saya. Padahal ini cita-cita beliau. Saya sedih juga. Namun, saya bertekad untuk melaksanakan seluruh ibadah haji sehingga mencapai haji yang mabrurah. Tentu doa untuk ibu saya juga di sana,” tambahnya.

Putri mengatakan persiapan yang dilakukan adalah belajar manasik hingga memahami bagaimana prosesi ibadah nanti. Selain itu, ia juga sudah menyiapkan fisik agar lebih sehat walau tidak dapat melihat.

“Persiapan salah satunya fisik ya biar lebih sehat. Walau tidak bisa melihat, saya yakin bisa melaksanakannya, yang penting tawakkal,” pungkasnya.

Putri pun dituntun petugas saat prosesi pelaksanaan layanan satu atap hingga mengantar ke hotel untuk beristirahat. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: 19 Orang Calhaj Asal Tebing Tinggi Berada di Kloter 14 Embarkasi Medan, 3 Diantaranya Lansia