POJOKSATU.id - Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa soal dirinya akan meminta hadiah kepada Presiden Prabowo Subianto jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 6% membuat publik ramai membahasnya.
Dalam sebuah sesi wawancara, Menkeu tampak percaya diri bahwa target besar tersebut bukan hal mustahil untuk dicapai.
“Di APBN 5,4% saya akan dorong ke 6%, kalau dapat 6% saya minta hadiah ke Presiden, traktir,” kata Purbaya dikutip pojoksatu.id dari kompas 1/2/2026.
Baca Juga: Banyak Gagal KIP Kuliah Gara-Gara Ini, Penghasilan Orang Tua Wajib Ditulis Rinci
Ucapan bernada ringan itu langsung menyedot perhatian, sebab pertumbuhan 6% merupakan angka yang sudah lama tak diraih Indonesia.
Purbaya menegaskan bahwa langkah mencapai target itu telah disiapkan dengan strategi terukur.
“Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan. Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya,” tegas Purbaya.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Didominasi STEM hingga 80 Persen, Sosial Humaniora Tinggal 20 Persen
Di sisi lain, proyeksi pemerintah yang dilaporkan media internasional seperti Reuters menempatkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,4%.
Dengan demikian, optimisme Purbaya terlihat jauh lebih agresif dibandingkan prediksi resmi.
Hal inilah yang kemudian membuat pernyataannya viral dan memicu diskusi publik mengenai seberapa realistis target tersebut.
Baca Juga: Tak Sekadar Posyandu, Ini 6 Layanan Kesehatan Desa Sesuai SPM
Meski begitu, di era pemerintahan Prabowo yang memang menempatkan akselerasi ekonomi sebagai prioritas utama.
Pernyataan Menkeu dianggap sebagai sinyal kuat bahwa kabinet siap bekerja dengan ritme cepat.
Publik kini menanti apakah janji dorongan 6% itu benar-benar dapat diwujudkan.
Serta tentu saja hadiah apa yang nantinya akan diminta sang Menkeu apabila target ambisius itu tercapai.***




