POJOKSATU.id — Yudo Sadewa, putra mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ikut memberikan tanggapan setelah sang ayah dicopot dari jabatan Menteri Keuangan.
Tanggapan Yudo disampaikan melalui sejumlah unggahan di media sosial. Salah satu unggahannya menyinggung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan persoalan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Yudo juga menggunakan istilah “mafia” dalam salah satu unggahannya dan mengaitkannya dengan dugaan adanya pihak yang disebut mengancam Presiden Prabowo Subianto apabila koruptor ditangkap.
Namun, hingga kini Yudo tidak menyebut secara spesifik siapa sosok yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
Unggahan tersebut juga tidak disertai bukti yang dapat mengonfirmasi tudingan tersebut. Karena itu, pernyataan Yudo perlu diposisikan sebagai pendapat atau tudingan pribadi, bukan fakta yang telah terverifikasi.
Dalam salah satu Instagram Story yang diunggah pada Selasa (15/9/2026), Yudo menulis, “Well tau lah siapa mafianya. Dia ancam presiden supaya lengser kalo koruptor ditangkap. Sementara bapak pecatin koruptor.”
Unggahan tersebut disertai gambar yang membandingkan Purbaya dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Materi yang dibagikan Yudo memuat sejumlah klaim mengenai kinerja Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan. Di sisi lain, materi tersebut juga berisi kritik terhadap Raja Juli Antoni berkaitan dengan persoalan karhutla.
Klaim-klaim dalam infografis tersebut merupakan materi yang dibagikan melalui akun pribadi Yudo sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai data resmi pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Unggah Video di TikTok Usai Dicopot dari Menkeu, Tulis 'Udah Siap Belum?'
Selain menyinggung Raja Juli, Yudo sebelumnya juga mengomentari kondisi sang ayah setelah tidak lagi menjadi Menteri Keuangan.
Pada Senin (14/9/2026), Yudo menulis bahwa dirinya kini tidak lagi berstatus sebagai anak menteri.
“Sekarang Yudo udah bukan anak menteri, jadi bebas asbun ya,” tulis Yudo.
Ia kemudian menyarankan Purbaya untuk meninggalkan dunia politik dan kembali menjadi trader.
Yudo juga membandingkan penghasilan trader dengan gaji menteri serta menyinggung persoalan korupsi di lingkungan pemerintahan.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Purbaya, Jadi Alasan Prabowo Copot Menkeu?
“Pensiun aja dari politik, enak jadi trader gajinya miliaran perbulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya nonstop, ngurusin negara yang bawahan korup,” tulisnya.
Yudo juga mengunggah video yang menunjukkan dirinya menyambut kembalinya Purbaya ke aktivitas sebagai trader setelah tidak lagi menjadi menteri.
Sementara itu, Purbaya sendiri memilih memberikan respons yang relatif singkat setelah pergantian jabatan.
Dalam kesempatan setelah serah terima jabatan di Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9/2026), Purbaya mengatakan dirinya ingin kembali menikmati waktu di rumah dan memancing ikan mujair serta nila.
Baca Juga: ITS Kembangkan AluBayu, Baterai Aluminium-Udara Berbasis Air yang Ramah Lingkungan
Pencopotan Purbaya terjadi pada 14 September 2026. Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru untuk menggantikannya.
Sebelum keputusan tersebut diumumkan, Purbaya masih mengikuti rapat bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Ia kemudian meninggalkan ruang rapat setelah menerima telepon dari pihak pemerintah. Beberapa jam kemudian, pergantian Menteri Keuangan diumumkan.
Mengenai alasan pergantian tersebut, Purbaya mengatakan salah satu faktor yang mungkin berkaitan adalah perombakan pejabat di Kementerian Keuangan yang dilakukan empat hari sebelumnya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa keputusan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.
Baca Juga: Tak Baca Pidato Tertulis, Sambutan Purbaya Usai Sertijab Menkeu 30 Detik, Saya Ngomong Pendek Saja
Sementara itu, persoalan karhutla yang disebut dalam unggahan Yudo memang menjadi salah satu isu lingkungan yang mendapat perhatian pemerintah.
Namun, mengaitkan tanggung jawab personal seorang pejabat dengan keseluruhan kejadian karhutla membutuhkan bukti dan dasar hukum yang jelas.
Dengan demikian, unggahan Yudo menjadi bagian dari respons keluarga Purbaya terhadap pergantian Menteri Keuangan.
Sementara tudingan mengenai sosok “mafia” dan dugaan ancaman terhadap Presiden belum disertai informasi yang cukup untuk memastikan siapa pihak yang dimaksud ataupun membuktikan tudingan tersebut.



