POJOKSATU.ID - Puluhan burung Pipit di Bandara Ngurah Rai Bali yang tergeletak mati di jalan, baru-baru menjadi perbincangan.

Pasalnya, kondisi ini nampak tak biasa dan sangat jarang ditemui. Sehingga masyarakat banyak yang bertanya-tanya, apa yang menyebabkan butung Pipit tersebut mati secara bersamaan.

Kondisi burung Pipit tersebut, salah satunya di posting oleh akun @hinata_hyu*** di media sosial (medsos) X.

"Kasihan burung-burung Pipit ini lagi pada tidur malam, tiba-tiba pohonnya tumbang," ujarnya dikutip pada Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Sudah Lahirkan 12 Ribu Kepala Sekolah, Program Guru Penggerak Dihapus? Simak Pernyataan Terbaru Mendikdasmen

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun oleh Pojoksatu.id dari berbagai sumber, burung Pipit tersebut awalnya berada di pohon yang berada di Ngurah Rai.

Namun, lantaran pohon yang digunakan untuk hinggap burung-burung tersebut roboh lantaran tersambar petir, sehingga segerombolan burung itu ikut tersambar petir dan terjatuh.

Hal itu juga dapat dilihat dari video yang beredar di sosmed. Dimana, didekat bangkai burung-burung tersebut, terdapat pohon yang tumbang.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko mengatakan bahwa tidak ada indikasi wabah penyakit yang perlu dikhawatirkan terkait kejadian ini.

Pasalnya, kondisi burung Pipit yang mati secara bersamaan tersebut, diakibatkan karena alam, bukan karena wabah.

Baca Juga: Bocoran Skema Kenaikan Gaji Pensiun ASN Tahun 2025, Cek Detailnya!

Selain itu, ia juga menjelaskan jika setelah peristiwa ini berlangsung, petugas setempat langsung mengevakuasi burung-burung tersebut dari lokasi kejadian.

Hal tersebut, dilakukan dengan tujuan untuk melindungi atau menjaga keamanan para pengunjung bandara. ***