POJOKSATU.ID - Ada yang berbeda dari suasana di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

Dalam waktu kurang dari sebulan, gebrakan demi gebrakan yang ia buat menarik perhatian banyak pihak, termasuk mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Lewat cuitannya di media sosial X, Mahfud terang-terangan menyampaikan dukungan sekaligus kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Purbaya.

Baca Juga: HUT ke-499 Kabupaten Serang, Wagub Banten Ajak Warga Bersatu Bangun Daerah

“Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pajak baru, tapi malah sikat korupsi, lakukan efisiensi di K/L dan BUMN, dan berani hantam ilegalitas di perpajakan serta kepabeanan. Terus maju, Pak. Bravo,” tulis Mahfud, dikutip Kamis (9/10/2025).

Warna Baru di Kemenkeu Setelah 15 Tahun
Dalam tayangan podcast YouTube-nya, Mahfud menyebut Purbaya sebagai sosok yang membawa ‘warna baru’ dalam penataan keuangan negara.

“Langkah-langkahnya sejak dilantik itu bagus. Dia menggebrak dengan percaya diri, dan untuk masyarakat awam, meyakinkan. Ini warna baru setelah 15 tahun kita terbiasa dengan gaya Sri Mulyani,” ujar Mahfud.

Baca Juga: Lowongan Pemagangan Nasional PTPN III 2025: Simak Syarat, Manfaat, dan Cara Daftar

Menurutnya, meski para ekonom mungkin punya pandangan berbeda, langkah Purbaya justru menandakan perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih berani dan berpihak kepada rakyat.

Tak Naikkan Pajak, Tapi Lawan Korupsi
Salah satu hal yang membuat Mahfud MD terkesan adalah strategi Purbaya mengelola APBN tanpa menambah beban pajak bagi masyarakat.

“Dulu, kalau butuh anggaran baru pasti bicara pajak. Sekarang tidak. Purbaya bilang, cukup dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak naik sendiri. Itu cerdas,” kata Mahfud.

Baca Juga: Pasar Seni ITB 2025 Wujudkan Gelaran Seni Terbesar di Asia Tenggara

Bagi Mahfud, pendekatan seperti itu bukan sekadar kebijakan ekonomi, tapi bentuk inovasi fiskal yang mengedepankan rasa keadilan publik.

“Orang awam seperti saya senang dengan logika begitu. Tidak menambah beban, tapi ekonomi tetap bergerak,” tambahnya.

Gebrakan Awal: Dari Pajak Sampai BUMN
Baru sebulan menjabat, Purbaya langsung bergerak cepat. Ia memerintahkan penyisiran terhadap 200 pengemplang pajak, menindak importir ilegal, dan memotong anggaran kementerian/lembaga yang tidak terserap maksimal.

Langkah-langkah itu tak berhenti di sana. Purbaya juga melakukan sidak ke Bank BNI dan Mandiri, dua bank Himbara yang sebelumnya mendapat jatah Rp200 triliun dana pemerintah.

Baca Juga: Penantian dan Harapan Paruh Waktu, Ribuan Honorer Siap Naik Status Jadi PPPK Penuh Waktu Tanpa Tes Ulang

Bagi Mahfud, ini bukan sekadar gebrakan teknokratis, tapi sinyal kuat bahwa Menkeu baru ini sedang membangun sistem pengawasan fiskal yang lebih bersih dan tanggap.

“Semua langkah itu menggambarkan perlawanan terhadap korupsi. Purbaya ingin uang rakyat benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Mahfud.

Tegas Tapi Butuh Waktu
Meski menaruh optimisme tinggi, Mahfud juga mengingatkan publik untuk tidak terburu-buru menilai hasil.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Tinjau Dapur MBG Ciater 1 dan 3, Pastikan Layak dan Sesuai Prosedur

“Bagus sejauh ini, tapi kita tunggu konsistensinya. Harus tetap seperti ini ke depan,” katanya.

Mahfud menyebut, perubahan besar selalu membutuhkan waktu. Namun, keberanian Purbaya menabrak tradisi lama di birokrasi ekonomi Indonesia patut diapresiasi.

“Dia berani, tegas, dan kreatif. Itu sudah modal besar untuk membawa Kemenkeu ke arah yang lebih sehat,” imbuhnya. ***