POJOKSATU.id, JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia mendalami secara khusus program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Hasilnya, tingkat awareness atau kepedulian atau kesadaran publik terhadap program ini sangat tinggi mencapai 88 persen.
Namun tingkat kepuasan publik terhadap program MBG masih berada di angka 55 persen.
Survei Poltracking Indonesia juga menunjukkan program MBG menjadi yang paling dirasakan manfaatnya oleh publik.
Baca Juga: Bupati Tulungagung Sembunyi di Garasi Sebelum Ditangkap KPK, Namun Dibocorkan Ajudan
Sebanyak 55% responden menyatakan puas terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Peneliti Utama Poltracking Masduri Amwari membeberkan lima program yang paling dominan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Survei menunjukkan program MBG menjadi yang paling dirasakan manfaatnya oleh publik, dengan 36,5% responden menilainya sebagai program paling bermanfaat.
Di bawahnya, terdapat bantuan subsidi upah (BSU), layanan kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Baca Juga: Demi Azas Kepentingan Publik, Pemkab Bogor Ajak Warga Dukung Pembangunan Puncak II
"Publik merasa 36,5% MBG program yang paling bermanfaat, diikuti bantuan subsidi upah 11%, kemudian layanan kesehatan gratis 9,6%, KIP 8,6%, dan KIS 7,2%. Setidaknya ada 5 program paling dominan dirasakan manfaatnya," kata Masduri dalam konferensi pers di YouTube Poltracking, Senin (13/4/2026).
Kemudian, dari sisi ketepatan sasaran, MBG kembali menempati posisi teratas dengan 32,1%.
Selanjutnya, diikuti KIP, bantuan subsidi upah, KIS, serta layanan kesehatan gratis. Temuan ini menunjukkan MBG tidak hanya unggul dalam hal manfaat, tapi juga dinilai paling tepat sasaran oleh publik.
Survei digelar pada 2-8 Maret 2025 dengan total 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.
Para responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei +/- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.***




