POJOKSATU.id - Puasa tanpa sahur sering menimbulkan pertanyaan, terutama ketika seseorang lupa bangun atau tidak sempat makan sebelum Subuh.

Sebenarnya, apakah puasa tetap sah jika tidak sahur? Lalu, bagaimana dampaknya bagi kesehatan?

Puasa adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ibadah ini wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Sahur adalah makan di waktu dini hari sebelum Subuh, sebelum memulai puasa. Meskipun bukan termasuk rukun puasa, sahur sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) karena memiliki banyak keutamaan.

Makan sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Baca Juga: Belajar Strategi dan Digital, Pengalaman Program MagangHub Bersama PT Pojok Satu Indonesia

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini menunjukkan bahwa sahur bukanlah syarat sahnya puasa, melainkan ibadah yang membawa banyak kebaikan.

Hukum Puasa Tidak Sahur Menurut Mazhab
Mazhab Hanafi: Menurut mazhab Hanafi, hukum puasa tidak sahur tetap sah asalkan sudah berniat sejak malam hari. Niat adalah faktor utama yang menentukan keabsahan puasa.
Mazhab Maliki: Mazhab Maliki juga menyatakan bahwa puasa tetap sah meskipun tanpa sahur, asalkan niat telah dipersiapkan sebelumnya.

Mazhab Syafi’i: Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa sahur bukan syarat sahnya puasa, tetapi sangat dianjurkan untuk mendapatkan berkah.


Mazhab Hanbali: Dalam mazhab Hanbali, hukum puasa tidak sahur tetap sah karena rukun puasa adalah niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga: 13 Berkas Wajib Lapor Diri PPG Guru Tertentu 2026, Ini Format PDF dan Penamaan File yang Sering Salah


Dari keempat mazhab tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum puasa tidak sahur tetap sah menurut syariat Islam.


Puasa tetap sah meskipun seseorang tidak sahur. Sahur bukan rukun maupun syarat sah puasa.

Jadi, jika kamu tidak sahur karena tertidur atau alasan tertentu, puasa tetap dapat dilanjutkan hingga waktu berbuka.

Meski demikian, sahur tetap dianjurkan karena membantu mempersiapkan kondisi tubuh agar lebih kuat menjalani puasa seharian.

Mengapa Sahur Penting bagi Tubuh?
Sahur berperan sebagai sumber energi sebelum tubuh berpuasa selama kurang lebih 12–14 jam.

Baca Juga: Wajib Tahu! Manajemen Hidrasi Saat Puasa, Cara Atur Minum Air Saat Puasa dan Olahraga Agar Tubuh Tetap Fit

Asupan makanan dan cairan saat sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mengurangi risiko dehidrasi.

Dengan sahur, tubuh memiliki cadangan energi yang cukup sehingga aktivitas sehari-hari tetap bisa dilakukan dengan optimal.

Risiko Tidak Sahur bagi Kesehatan
Tidak sahur bukan berarti puasa menjadi batal, tetapi dapat meningkatkan risiko keluhan kesehatan tertentu, terutama jika dilakukan berulang kali.

Beberapa kondisi yang mungkin terjadi antara lain:

Tubuh Mudah Lemas
Tanpa asupan energi di pagi hari, tubuh lebih cepat merasa lelah dan sulit berkonsentrasi.

Dehidrasi
Tidak minum saat sahur membuat tubuh lebih berisiko kekurangan cairan, terutama jika cuaca panas atau aktivitas cukup padat.

Gula Darah Menurun
Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pusing, gemetar, dan lemas.

Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Jadi Sorotan, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Kini Resmi Dibersihkan Total

Keluhan Asam Lambung
Perut kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan asam lambung pada sebagian orang.

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Terlanjur Tidak Sahur?
Jika terlanjur tidak sahur, kamu tetap bisa menjalani puasa dengan beberapa langkah berikut agar kondisi tubuh tetap terjaga:

Kurangi Aktivitas Fisik Berat
Hindari pekerjaan atau olahraga yang menguras energi secara berlebihan. Tubuh tidak memiliki cadangan energi dari sahur, jadi penting untuk menghemat tenaga agar tidak cepat lemas.

Atur Ritme Kerja dan Istirahat
Manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin. Jika memungkinkan, ambil jeda sejenak di siang hari untuk memulihkan energi dan menjaga fokus.

Batasi Paparan Panas Berlebih
Cuaca panas bisa mempercepat dehidrasi. Usahakan berada di tempat yang teduh atau ber-AC agar cairan tubuh tidak cepat berkurang.

Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Jadi Sorotan, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Kini Resmi Dibersihkan Total

Perbanyak Cairan Saat Berbuka hingga Malam
Ganti cairan tubuh yang hilang dengan minum air putih secara bertahap sejak berbuka hingga menjelang tidur. Jangan langsung minum dalam jumlah sangat banyak sekaligus.

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Saat Berbuka
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta vitamin dan mineral. Hindari makanan terlalu manis atau berlemak berlebihan agar tubuh tidak kaget setelah seharian kosong.

Jika tubuh terasa sangat lemas atau muncul keluhan yang tidak biasa, sebaiknya segera beristirahat dan memantau kondisi secara berkala.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera periksakan diri jika selama puasa muncul gejala seperti:

Pusing berat hingga hampir pingsan
Lemas berlebihan
Muntah berulang
Nyeri lambung hebat
Tanda dehidrasi, seperti sangat haus dan jarang buang air kecil
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak mampu beradaptasi dengan baik saat berpuasa.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk tetap melaksanakan sahur agar mendapatkan keberkahan dan menjaga stamina selama berpuasa. ***