POJOKSATU.id – Kisah Ramadan dari seorang WNI yang tinggal di kota paling utara dunia mendadak jadi sorotan.
Melalui akun media sosialnya bernama @AditSyahfiar membagikan pengalaman saat berada di Murmansk, Rusia sebuah kota dekat Lingkar Arktik yang memiliki pola siang-malam tidak wajar bagi kita yang tinggal di negara tropis.
Adit menyebut pada musim dingin waktu puasa di Murmansk secara astronomi bisa berlangsung hanya satu jam.
Fenomenanya terjadi karena matahari baru terbit sekitar pukul 11.00, lalu kembali tenggelam sekitar pukul 12.00.
Artinya rentang siang hanya berlangsung sekitar 60 menit.
Jika merujuk pada hitungan fajar hingga terbenamnya matahari, durasinya memang sangat singkat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Terima Bansos, 18 Juta KPM Didorong Jadi Pengusaha Lewat Kopdes!
Bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa berpuasa hingga 13 jam, kondisi ini jelas terdengar tak masuk akal.
Adit bahkan menggambarkan suasananya seperti berada di dunia lain baru melihat cahaya matahari sebentar tiba-tiba sudah gelap kembali.
Namun praktik di lapangan tidak sesederhana itu. Tidak semua Muslim di Murmansk berpuasa hanya satu jam.
Baca Juga: Bukan Sekadar Terima Bansos, 18 Juta KPM Didorong Jadi Pengusaha Lewat Kopdes!
Sebagian memilih mengikuti jadwal kota lain yang durasi siangnya lebih wajar.
Dalam fikih terdapat pendapat ulama yang memperbolehkan penyesuaian waktu ketika siang atau malam berlangsung terlalu ekstrem di wilayah tertentu.
Menariknya, Adit sendiri belum pernah merasakan puasa satu jam tersebut karena ia berada di Murmansk sebelum Ramadan dimulai.
Meski begitu fenomena itu tetap membuat banyak orang penasaran dan memicu ribuan komentar warganet.
Ada yang takjub ada pula yang bercanda ingin pindah ke sana supaya puasanya cepat selesai.
Fenomena ini juga memiliki sisi sebaliknya. Jika musim dingin hanya ada siang selama satu jam, maka pada musim panas matahari bisa bertahan nyaris 23 jam sebelum terbenam.
Artinya jika Ramadan jatuh pada musim panas, justru waktu puasa bisa jauh lebih panjang dibandingkan Indonesia.
Fenomena alam inilah yang membuat wilayah utara Rusia memiliki pola waktu ekstrem dan selalu menjadi bahan perbincangan setiap Ramadan tiba.***




