POJOKSATU.ID - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah gerak cepat untuk menangani banjir besar yang melanda wilayah Bali.
Dikatakan Puan Maharani jika penanganan dampak banjir di Bali dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah merupakan cara tepat menunjukkan kapasitas dalam melindungi rakyat.
Baca Juga: 7 Tablet Terbaik untuk Anak, Cocok untuk Belajar dan Hiburan
Lebih lanjut Puan menambahkan bahwa banjir tersebut dari segi sosial telah menelan korban dan dari sisi ekonomi, memberi pengaruh sendiri mengingat Bali dikenal dengan pariwisatanya.
“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi,” kata Puan dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Selidiki Penyebab Ledakan di Pamulang, Begini Jawaban Puslabfor
“Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat,” imbuhnya.
Untuk penanganan pascabanjir, kata Puan, berbagai langkah teknis harus segera dilakukan untuk penyelamatan warga.
Di antaranya dengan dsistribusi obat, makanan siap saji, perlengkapan untuk anak, bayi, dan lansia segera dipenuhi.
Baca Juga: Bukan 15 September, BKN Perpanjang Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu, Cek Jadwal Lengkapnya
“Pendataan akurat dan transparan atas korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkap politikus dari Partai PDI-P ini.
Penanganan juga harus ditujukan kepada pemulihan infrastruktur vital, seperti jalan utama, jembatan, drainase, dan pasar yang sempat lumpuh karena banjir ini juga diharapkan segera diperbaiki.
“Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.
Seperti diketahui, sebagian wilayah di Bali mengalami banjir dengan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis, 11 September 2025 telah merenggut nyawa 14 orang dan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian. ***



.webp)
