POJOKSATU.id, JAKARTA-- VP Marketing Strategy PT Pertamina Patra Niaga Indra Edi Santoso mengatakan, animo masyarakat menggunakan liquefied petroleum gas (LPG) Bright Gas semakin meningkat.
Indra Edi Santoso menjelaskan meningkatnya konsumsi Bright Gas dikarenakan memiliki katup pengaman ganda atau double spindle valve system (DSVS), serta ukuran LPG.
Terlebih lagi, pangsa pasar pengguna LPG non-subsidi di Indonesia semakin meningkat dikarenakan menurunnya jumlah masyarakat miskin dari tahun ke tahun.
"Seberapa besar animo masyarakat? Ya tentunya pangsa pasarnya itu jauh lebih besar di Bright Gas karena konsumsi 3 kg kan untuk masyarakat miskin ya," kata Edi disela-sela acara Grind Final Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2023 di Senayan Park, Jakarta, Sabut (23/9/2023).
Baca Juga: Motif Ekonomi Mengemuka di Balik Pilpres 2024 Mau Diplot Dua Paslon Saja
"Sementara itu kita lihat juga kondisi masyarakat Indonesia sendiri kan tahun ke tahun jumlah masyarakat miskin semakin turun, kita melihat ada peningkatan penggunaan diberbagai daerah yang ada di Indonesia," sambungnya.
Selain itu, lanjut Edi, penggunaan bright gas makin meningkat di tengah masyarakat disebabkan beberapa faktor, diantaranya, keunggulannya yang membuat pengguna merasa aman dan nyaman.
“Penetrasinya sih cukup besar, karena ada keunggulannya itu, makanya mereka masyarakat menggunakan Bright Gas, dan ukurannya juga bervariasi dari yang 3 kg, 5,5 kg, dan 12kg. Untuk apartemen-apartemen itu biasanya menggunakan yang 5,5 kg,” jelas dia.
Sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan Bright Gas, Pertamina melakukan beberapa sosialisasi di beberapa daerah, dan memberikan benefit untuk desa dengan pengguna LPG Bright Gas terbanyak.
Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Prabowo Orangnya Sabar, Kejadian Tampar Wamentan Adalah Fitnah
Edi menyampaikan pihaknya mendorong penggunaan LPG Bright Gas di kalangan pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar acara di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu acara berkonsep kompetisi yakni Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2023 yang digelar di Jakarta.
Adapun BGCC merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pertamina, yang tahun ini mengangkat tema “Masakan Rumahan Andalan Keluarga” untuk mencari juru masak terbaik di Indonesia.
Baca Juga: Ada 98.972 SK Inpassing Guru Madrasah Bukan ASN Diterbitkan, Kemenag Sebut Berkat Perhatian Jokowi
BGCC 2023 diikuti oleh 750 peserta dari empat kota yakni Surabaya, Jakarta, Medan dan Makassar. Setelah melalui proses penyisihan, tersisa 13 peserta yang akan bertanding di grand final.
Edi menyampaikan, selain hadiah berupa uang tunai dan emas, tiga juara yang terpilih akan diikutkan kursus memasak di Singapura agar semakin meningkatkan kemampuan dalam memasak Dalam menggelar BGCC.
Dalam acara Grand Final ini, Pertamina berkolaborasi dengan Festival Jajarans.
Kompetisi itu bertujuan untuk menggali potensi masyarakat Indonesia untuk mengenali dan meningkatkan pengetahuannya terhadap kuliner Indonesia.
“Acara ini menampilkan beberapa UMKM untuk berjualan makanan, mereka bisa merasakan keunggulan Bright Gas karena mereka memasaknya menggunakan Bright Gas," tutur Edi.***



