POJOKSATU.id - Prediksi pasar saham hari ini, Rabu (27/12/2023), menunjukkan potensi penguatan IHSG ke level 7.300 setelah mencatat rekor penutupan tertinggi pekan lalu.

Para analis merekomendasikan saham seperti GOTO, ITMG, PTBA, KLBF, dan SMGR.

Dengan tersisa 3 hari perdagangan pada 2023, Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG akan terus menguat menuju 7.300 jika mampu menembus resisten 7.255, yang sebelumnya menjadi kendala pada penutupan pekan lalu dengan pembentukan candle spinning top.

Namun, perlu dicatat bahwa IHSG berpotensi mengalami pembalikan tren jika turun di bawah 7.173.

Baca Juga: Skandal Uji Keselamatan Daihatsu dan Toyota, Dampak pada Saham Astra dan Lonjakan PT Indomobil

Terdapat level support kunci pada 7.173, 7.092, 7.041, dan 7.000, sementara level resisten terletak di 7.255, 7.300, dan 7.356.

Ivan menyarankan untuk mempertimbangkan beberapa saham dalam perdagangan hari ini, seperti GOTO, ITMG, KLBF, PTBA, dan SMGR.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

(GOTO) saat ini sedang menguji support Fibonacci terdekat di level Rp78, dan diperkirakan akan mengalami rebound untuk melanjutkan pembentukan wave [a] selama harga tidak turun di bawah level tersebut.

Disarankan untuk melakukan pembelian spekulatif dalam rentang harga Rp78-Rp82, dengan target harga terdekat di Rp97.

Untuk saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk

(ITMG), akan mengonfirmasi pembalikan tren jika harganya menguat di atas resisten fraktal Rp25.800.

Ini dianggap sebagai pembentukan wave (i) dalam skenario bullish.

Disarankan untuk tetap memegang atau melakukan pembelian dalam rentang harga Rp24.400-Rp24.750, dengan target harga terdekat di Rp25.800. Sementara itu, saham PT Kalbe Farma Tbk

(KLBF) memiliki potensi melemah menuju Rp1.480 untuk melanjutkan pembentukan wave (v) dari [c] jika berhasil menembus support fraktal Rp1.550.

Disarankan untuk melakukan pembelian spekulatif dalam rentang harga Rp1.480-Rp1.540, dengan target harga terdekat di Rp1.740.

Baca Juga: Dirut PT MRT Jakarta Gagal Akuisisi Saham PT KCI, MRT Jakarta Akan Bubar?

Saham PT Bukit Asam Tbk

(PTBA) berpeluang melanjutkan tren naik jangka pendek jika mampu menembus di atas Rp2.470.

Namun, jika harga tetap di bawah Rp2.470, PTBA dapat melanjutkan tren turunnya menuju Rp2.230. Disarankan untuk memegang atau melakukan akumulasi pembelian dalam rentang harga Rp2.300-Rp2.350, dengan target harga terdekat di Rp2.540.

Saham PT Semen Indonesia Tbk

(SMGR) berpotensi menguat untuk menguji resisten fraktal Rp6.650 selama harga masih berada di atas Rp6.000 sebagai support.

Disarankan untuk melakukan pembelian dalam rentang harga Rp6.050-Rp6.250, dengan target harga terdekat di Rp6.650.

Seiring peningkatan kasus Covid-19, IHSG mencatat rekor penutupan tertinggi 2023 sepekan lalu, menunjukkan kenaikan sebesar 0,65% menjadi 7.237,519 dari 7.190,988 pada penutupan pekan sebelumnya.

Saham-saham farmasi mengalami lonjakan, sementara saham bank BBCA-BBRI menjadi yang paling banyak diperdagangkan.

Data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 18-22 Desember 2023 mencatat peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,97%, mencapai Rp11,65 triliun dari Rp11,54 triliun pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian saham naik 13,60% menjadi 1.094.283 kali transaksi, namun nilai transaksi harian turun 15,76% menjadi Rp12,63 triliun.

Baca Juga: Indonesia Naik 14 Posisi di Peringkat Kompetitivitas Talenta Global Menurut INSEAD Prancis

Rata-rata volume transaksi harian saham juga mengalami perubahan sebesar 15,90%, menjadi 25,19 miliar lembar saham dari 29,96 miliar lembar saham pekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,8 miliar pada 22 Desember 2023, dengan nilai jual bersih sepanjang tahun 2023 mencapai Rp9,06 triliun.

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG dan Bursa Asia menguat karena data ekonomi AS baru memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Produk domestik bruto (PDB) Amerika meningkat 4,9% secara tahunan pada kuartal terakhir, memicu harapan pemangkasan suku bunga pada Maret 2024.

Bank Indonesia (BI) juga menyatakan ruang untuk menurunkan BI Rate pada semester II/2024 seiring potensi penurunan suku bunga The Fed.

Meskipun demikian, pasar berharap BI akan melakukannya secara hati-hati mengingat ketidakpastian yang masih tinggi, meskipun The Fed AS berencana menurunkan suku bunganya.

Baca Juga: 7% Pertumbuhan Ekonomi RI Butuh Modal Rp2.000 Triliun, Uangnya dari Mana?

Pada rapat dewan gubernur (RGG) pekan lalu, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan BI Rate pada level 6%.

Berikut adalah performa saham IHSG sepekan tanggal 18-22 Desember 2023.

Top 5 Saham Top Gainers

1. MEDS (PT Medikaloka Hermina Tbk) - Rp76 (52%)
2. KAEF (PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk) - Rp1.525 (50,25%)
3. IRRA (PT Indosiar Visual Mandiri Tbk) - Rp790 (43,64%)
4. TBMS (PT Bank Maspion Tbk) - Rp2.700 (35,68%)
5. GTBO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) - Rp440 (31,74%)

Top 5 Saham Top Losers

1. KAYU (PT Karya Bersama Anugerah Tbk) - Rp330 (-45,90%)
2. WIIM (PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk) - Rp1.715 (-42,26%)
3. ARTI (PT Arthavest Tbk) - Rp7 (-41,67%)
4. MKNT (PT Meka Adipratama Tbk) - Rp2 (-33,33%)
5. MTPS (PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk) - Rp15 (-31,82%)

Top 5 Saham dengan Transaksi Terbesar

1. BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) - Rp4,57 triliun
2. BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) - Rp3,67 triliun
3. CBUT (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk) - Rp3,45 triliun
4. BMRI (PT Bank Mandiri Tbk) - Rp3,17 triliun
5. META (PT Metranet Tbk) - Rp3,14 triliun

Perhatikan bahwa pergerakan harga saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Investasi saham memerlukan penelitian yang cermat dan perhatian terhadap kondisi pasar yang dinamis.***