POJOKSATU.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritisi program Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terkait pendidikan karakter di Barak TNI. 

Terbaru, orang nomor satu di Jabar itu angkat bicara terkait kritikan yang dilayangkan kepadanya. 

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jabar telah mengirim siswa di Purwakarta dan Bandung untuk mengikuti program pendidikan karakter di Barak TNI daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Kejaksaan Tetapkan Tujuh Tersangka Dugaan Korupsi Dua Milyar Lebih, Di Dinas Peternakan Dan Perikanan Purwakarta

KPAI juga sempat mengungkap adanya dugaan siswa yang terancam tidak naik kelas apabila menolak ikut program ala Gubernur Jabar.

Terkini, Dedi Mulyadi menyindir KPAI yang tidak sekadar mengkritik program pendidikan militer bagi anak nakal.

Gubernur Jabar itu mengaku tak sependapat dengan KPAI terkait dugaan intimidasi siswa demi mengikuti program pendidikan karakter di Barak TNI itu. 

Baca Juga: Polisi Harus Berani Menetapkan Mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi Jadi Tersangka Judol

"Kalau KPAI merasa ada yang salah, mari kita turun bersama," ujar Dedi, Senin (19/5/2025).

"Jangan hanya berkomentar dari jauh, tapi ambil peran dalam mendidik anak-anak," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Kolonel Arm Roni Junaidi menyatakan pihaknya siap terus membantu pemerintah daerah dalam program pembinaan karakter pelajar.

Baca Juga: Guru Besar Kedokteran Unpad Bandung Juga Sampaikan Protes ke Menkes Budi Gunadi Sadikin

Roni memastikan, tidak ada kekerasan dalam proses pelatihan dan berjanji akan meningkatkan kenyamanan fasilitas barak ke depannya.

"Ini murni untuk pembinaan. Fasilitas akan terus kami benahi agar para pelajar merasa nyaman, dan tentu saja kami pastikan tidak ada kekerasan," tegasnya.***