POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menegaskan keseriusannya mempertahankan keberlanjutan Program Pangan Bersubsidi yang sudah bergulir sejak 2017.

Inisiatif ini terus menjadi langkah penting untuk menjaga akses pangan murah bagi warga dengan penghasilan terbatas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan bahwa lebih dari 16 juta komoditas pangan bersubsidi telah disalurkan sampai saat ini.

Baca Juga: Mau Tambal atau Cabut Gigi Pakai BPJS? Begini Aturan Klaim yang Wajib Kamu Tahu

Jenis komoditas yang tersedia mencakup beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, ikan kembung, hingga susu UHT.

Seluruh bahan pangan tersebut dapat diperoleh masyarakat melalui jaringan gerai dan titik penjualan resmi yang disiapkan oleh Pemprov DKI.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena sampai akhir tahun ini seluruh komoditas pangan bersubsidi tetap tersedia di gerai maupun tempat penjualan lainnya. Distribusi tetap berjalan lancar sesuai jadwal," ujar Hasudungan.

Baca Juga: Indofood Buka 215 Lowongan Besar-Besaran untuk SMA hingga S2, Cek Syarat dan Batas Daftarnya

Hingga Oktober 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 1.024.189 penerima dari berbagai kelompok.

Mulai dari pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP+), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kader PKK, hingga pemegang Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), penghuni rusun, guru honorer, tenaga kependidikan, dan penyedia jasa perorangan (PJLP).

Ia juga memastikan bahwa tidak ada rencana pengurangan anggaran untuk Program Pangan Bersubsidi pada 2026.

Baca Juga: Ramai di Medsos! Benarkah Ada 10 Formasi CPNS 2026 yang Peluang Lulusnya Lebih Besar?

Bahkan, anggaran yang tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masih dapat diperkuat jika diperlukan.

Penambahan tersebut bisa dilakukan melalui sejumlah mekanisme, seperti pengalihan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui Anggaran Perubahan tahun 2026.

"Kami akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Program ini akan tetap berlanjut tanpa pengurangan anggaran, sebagai bentuk komitmen kami menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan warga Jakarta," tegas Hasudungan.

Baca Juga: 485 Pegawai ASN Sulbar Masuk Tahap Asesmen CACT BKN, Manajemen Talenta ASN Dimulai

Pada intinya, Program Pangan Bersubsidi bertujuan menyediakan kebutuhan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi warga yang memenuhi kriteria.

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, program ini juga berperan menjaga stabilitas harga serta mengurangi beban pengeluaran rumah tangga berpenghasilan rendah.***