POJOKSATU.ID - Pemerintah kembali memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulai tahun depan, sekitar 36 ribu penyandang disabilitas dipastikan akan menjadi penerima manfaat program tersebut.

"Jadi makan bergizi gratis untuk disabilitas ini insyaallah nanti menyasar untuk tahun depan ini, awal-awal ini kira-kira 36 ribu penyandang disabilitas," kata Gus Ipul, dikutip pojoksatu.id dari detik.com (30/12/2025).

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang: 5.000 Mangrove Jadi Benteng Abrasi Pesisir

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pemenuhan gizi bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Berbeda dengan skema sebelumnya yang banyak menyasar pelajar dan kelompok rentan lainnya, MBG untuk penyandang disabilitas dirancang lebih inklusif.

Paket makanan bergizi akan diantarkan langsung ke rumah penerima manfaat agar lebih mudah diakses dan tidak menyulitkan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Baca Juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Sampang Ini Bangun Jalan Desa 10 Km Pakai Dana Sendiri Sebesar Rp2 Miliar

Program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar penyandang disabilitas yang selama ini kerap menghadapi tantangan dalam mengakses layanan pangan bergizi.

Dengan sistem pengantaran langsung, pemerintah ingin memastikan tidak ada penerima yang tertinggal karena hambatan fisik maupun geografis.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran Makan Bergizi Gratis akan melibatkan kader desa.

Baca Juga: Selama Tahun 2025, Densus 88 Amankan 51 Tindakan Terorisme, Kabareskrim Ungkap Penurunan Siginifikan

Peran kader desa dinilai penting untuk memastikan data penerima akurat serta distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Kader desa juga akan membantu memantau kondisi penerima manfaat di wilayah masing-masing.

Keterlibatan masyarakat tingkat desa diharapkan mampu meminimalisir potensi kesalahan distribusi sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.

Baca Juga: GoZero Percent Goes to Yogyakarta, Telkom Tanam 500 Pohon di Bukit Klangon

Dengan pendekatan berbasis komunitas, program MBG untuk penyandang disabilitas diharapkan lebih efektif dan berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas cakupan MBG. Sebelumnya, Makan Bergizi Gratis lebih difokuskan pada pelajar, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya.

Penambahan sasaran penerima menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Baca Juga: Setelah Lulus Seleksi PPG 2025, Ini Penjelasan Lapor Diri di LPTK dan Saran Penting untuk Calon Guru

Pemenuhan gizi yang baik dinilai sangat penting bagi penyandang disabilitas untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Asupan nutrisi yang cukup diharapkan dapat membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Pemerintah menegaskan bahwa perluasan MBG ini tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima, tetapi juga kualitas makanan yang diberikan.

Baca Juga: Viral! Bupati Aceh Utara Pertanyakan Presiden Tak Datang Saat Banjir 'Apa Tidak Tahu Kami Kebanjiran?'

Paket makanan akan disusun dengan memperhatikan standar gizi agar benar-benar bermanfaat bagi kesehatan penerima.

Dengan menyasar penyandang disabilitas, pemerintah berharap program MBG dapat menjadi instrumen nyata dalam mewujudkan keadilan sosial.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.

Baca Juga: Tak Ada Impor Beras Tahun 2026, Pemerintah Lebih Prioritaskan Impor untuk Kebutuhan Industri

Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini agar dapat diperluas ke kelompok lain yang membutuhkan, sekaligus memastikan distribusi berjalan tepat, transparan, dan berkelanjutan.***