POJOKSATU.ID - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memasuki tahap operasional di berbagai daerah, salah satunya di Kota Salatiga.

Pada Jumat 7 November 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir di SMPN 9 Salatiga untuk meninjau pelaksanaan langsung program tersebut.

Sekaligus menyapa para siswa yang tengah menikmati menu MBG.

Sebelumnya, pada pagi yang sama, Wapres juga memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan imunisasi di SDN Ledok 05 Salatiga.

Baca Juga: The Future of Customer Experience: Magento Solutions to Watch

Saat kunjungan di kelas SMPN 9, Gibran meninjau siswa yang sedang menyantap menu MBG nasi, ayam, tahu, sayur buncis dan anggur.

Ia menyapa secara langsung, berfoto bersama, dan berbincang ringan dengan para murid.

“Silakan makan,” ujar Wapres saat memasuki ruang kelas, disambut antusias siswa yang bersalaman hingga rebutan foto bareng.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar meluncurkan program.

Baca Juga: Gas Terus! Mahfud MD Ungkap Modus Mafia Pajak dan Bea Cukai 10 Miliar Bisa Jadi 6

Tetapi juga ingin memantau implementasi di lapangan dari distribusi, kualitas makanan hingga respons anak-sekolah.

Kota Salatiga sejak tahun lalu telah ditunjuk sebagai pilot project MBG, 129 sekolah mulai melakukan uji coba pada tahun 2024.

Pekan lalu, pemerintah kota menyatakan bahwa sebanyak 2.910 siswa SD, SMP dan SMA.

Akan menjadi penerima manfaat tahap pertama MBG di Salatiga mulai akhir Agustus 2025.

Dengan pengawasan langsung Wapres, tahap ini menjadi momentum bahwa MBG sudah “masuk ke daerah” dan bukan sekadar program pusat yang dipublikasikan.

Program MBG diharapkan membawa dua dampak utama:

Peningkatan gizi siswa seperti asupan protein, sayur dan buah harus menjadi bagian rutin agar anak-sekolah tumbuh sehat dan siap belajar.

Peningkatan konsentrasi belajar dan hasil akademik siswa yang tidak lapar dan mendapat nutrisi baik akan lebih fokus.

Baca Juga: KJP Plus 2025 Tahap II Mulai Cair Begini Fakta, Jadwal, dan Besarannya

Gibran menegaskan bahwa kualitas menu dan kebersihan distribusi adalah indikator keberhasilan.

Namun, tantangan tetap ada logistik distribusi, kerjasama lintas sektor, hingga pengawasan agar standar gizi benar-benar terpenuhi di seluruh sekolah.

Di Salatiga, Pemkot telah menyebut kesiapan dapur, tenaga ahli gizi dan jalur distribusi sebagai kunci.

Dengan hadir langsung ke Salatiga, Wapres Gibran juga memberi sinyal.

Baca Juga: Jangan Tertipu! Hoaks BSU Tahap 2 Cair November 2025 Bikin Pekerja Kebingungan, Kemnaker Beri Jawaban Menohok Anggaran Sudah Habis!

Bahwa program prioritas nasional akan terrasional dan tersebar ke daerah, tidak hanya pusat kota besar atau ibu kota provinsi.

Kunjungan ini sekaligus mendukung pemerataan pembangunan sosial dan kesehatan anak di seluruh wilayah.

Bagi para orang tua dan guru di Salatiga, kehadiran Wapres menjadi semangat baru.

Bahwa anak-sekolah mereka juga mendapat perhatian dari tingkat tertinggi pemerintahan.

Program MBG yang sebelumnya diuji coba kini mulai bergerak dan “merasuki” lapangan di daerah seperti Salatiga.

Dengan pemantauan Wapres Gibran langsung ke ruang kelas dan kantin sekolah.

Maka harapan tidak hanya tertulis di kebijakan, melainkan juga terlihat dan dirasakan oleh siswa.

Jika implementasi terus ditegakkan dengan kualitas, distribusi, dan monitoring yang kuat.

Maka MBG bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata untuk generasi sehat Indonesia.***