POJOKSATU.id, Jakarta – PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Melalui Program Garitan Kalong Liud, perusahaan meraih penghargaan Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 pada kategori ESG Communication Program subkategori Social untuk sektor BUMN.
Penghargaan yang diselenggarakan PR INDONESIA tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi ANTAM dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus dikomunikasikan secara efektif kepada para pemangku kepentingan.
Penghargaan diterima oleh Agustinus Toko Susetio, Java Region CSR & ER Subdivision Head PT ANTAM Tbk, yang mewakili perusahaan dalam malam penganugerahan IDEAS 2026.
Trofi penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur PR INDONESIA, F. Sutejo.
Program Garitan Kalong Liud merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: 7 Keunggulan Hosting Nimbus dari DomaiNesia untuk Bisnis Online, Harga Mulai Rp18.000 per Bulan
Program ini dikembangkan melalui pendekatan partisipatif dengan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan, penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui pendekatan tersebut, ANTAM tidak hanya menjalankan kepatuhan terhadap prinsip ESG, tetapi juga menghadirkan inovasi sosial yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Implementasi ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan shared value bagi masyarakat, lingkungan, dan bisnis.
Penilaian IDEAS 2026 dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas praktisi komunikasi dan keberlanjutan, yakni CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan, praktisi komunikasi korporat dan keberlanjutan Indra Ardiyanto, serta CEO KONEKIN Marthella Sirait. Penilaian meliputi kualitas implementasi program, dampak yang dihasilkan, inovasi, tata kelola, serta efektivitas komunikasi ESG.
Agustinus Toko Susetio mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan Program Garitan Kalong Liud.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh insan ANTAM, masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan para mitra yang telah bersama-sama membangun Program Garitan Kalong Liud. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan program ESG yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi ANTAM untuk terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap tantangan di masa depan.
Ke depan, UBPE Pongkor akan terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan secara seimbang.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, ANTAM berkomitmen menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta memperkuat praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***




