POJOKSATU.ID – Cek profil Rudolfus Oktavianus Ruma atau Vian Ruma (30), aktivis lingkungan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, nama Vian Ruma belum lama ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran aktivis lingkungan tersebut ditemukan tewas gantung diri di dalam sebuah gubuk.

Baca Juga: Sosok Vian Ruma, Aktivis Lingkungan di NTT Ditemukan Tewas Bunuh Diri dalam Gubuk Dinilai Janggal

Berdasarkan informasi dihimpun, Vian Ruma yang diduga bunuh diri ini ternyata juga dikenal sebagai seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsurabaya.jawapos.com pada Kamis (11/9/2025).

Dalam artikelnya, Perwakilan Koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim (KOPI), Magdalena Eda Tukan turut menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga: Bau Sampah Ganggu Pesantren Nurul Iman, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang untuk TPS Cibaduyut

Yang mana, Magdalena mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan warga di dalam gubuk pada Jumat (5/9/2025) tidak lain merupakan Vian.

Namun, dirinya merasa janggal melihat kematian korban dengan cara gantung diri, mengingat Vian merupakan sosok terpandang.

Seperti diketahui, Vian merupakan salah satu aktivis yang kerap kali menyuarakan isu lingkungan di NTT.

Baca Juga: Korban Jatuhnya Helikopter PK IWS Tiba di Timika, Berikut Nama-namanya

Terlebih, dirinya dikenal dengan sosok yang menentang adanya pembangunan proyek geothermal di Nagekeo.

“Betul, ada anggota organisasi di Kabupaten Nagekeo yang meninggal ditemukan terlilit tali," ujarnya.

"Kami dapat kabar tadi pagi, sampai detik ini kami belum tahu persis penyebab kematiannya,” lanjut Magdalena.

Baca Juga: Polres Karawang Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu

Berikut profil Vian Ruma:

Berdasarkan informasi dihimpun, Vian Ruma dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di Desa Ngera, sebuah perkampungan kecil bernama Wio.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDK Ngera pada 2001, lalu berlanjut ke SMP Negeri 2 Mauponggo hingga 2010.

Setelah selesai mengemban pendidikan wajib tersebut, Vian kemudian melanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Aesesa.

Baca Juga: Dibuka Seleksi Calon Dewan Pendidikan Lampung 2025-2030, Ajak Berkontribusi untuk Pendidikan

Kemudian, dirinya melanjutkan studi di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang dengan konsentrasi pada bidang pendidikan untuk menjadi seorang pendidik.

Selama berada di Kupang, dirinya diketahui juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Waktu silih berganti, Vian akhirnya resmi meraih gelar sarjana dengan titel S.Pd pada 2017 usai menyelesaikan studi di Unwira.

Baca Juga: Alfamart dan Zwitsal Gelar Program Sahabat Posyandu di 34 Kota, Ribuan Ibu dan Anak Terbantu

Setelah menuntaskan aktivitas perkuliahan dan organisasi di Kupang, aktivis lingkungan tersebut kembali ke tanah kelahirannya untuk meniti karier.

Dalam perjalanan kariernya, Vian pertama kali melamar pekerjaan di sebuah sekolah kawasan Madambake.

Seiring perjalanan waktu, dirinya berhasil lolos seleksi sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga: 90 Persen Anak Usia Sekolah Dasar Alami Karies Gigi, IFG dan YIAB Perangi dengan Program Senyum Inspiratif Anak Indonesia

Namun, kariernya justru terhenti bersamaan dengan nyawanya usai ditemukan tewas diduga gantung diri di dalam sebuah gubuk. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov