POJOKSATU.id, JAKARTA—Tersangka Muhammad Riza Chalid ternyata mantan menantu Jenderal Angkatan Udara. Riza merupakan mantan menantu Marsekal Madya TNI (Purn) Roesman Noerjadin.
Riza Chalid menikahi satu-satunya putri Roesman Noerjadin yaitu Roestriana Adrianti atau Uchu Riza. Namun keduanya bercerai pada 2012 lalu.
Uchu Riza juga merupakan keponakan dari Laksamana Udara (Purn) Roesmin Noerjadin, pejabat KASAU pada tahun 1966/1969 dan juga pernah menjabat Menteri Perhubungan pada era Orde Baru.
Baca Juga: Kesamaan Peran Riza Chalid dan Anaknya M Kerry Adrianto di Kasus Minyak Pertamina, Pemufakatan Jahat
Mohammad Riza Chalid menikah dengan Uchu Riza pada tahun 1985 dan memiliki dua anak yaitu Muhammad Kerry Adrianto dan Kenesa Ilona Rina.
Kerry Adrianto menghabiskan masa sekolahnya di Jakarta sebelum pindah ke Singapura bersama keluarganya pada tahun 1998 lalu.
Dari tahun 2000 hingga 2004, Kerry menempuh pendidikan di United World College of South East Asia, Singapura.
Nilai bisnis Riza Chalid diperkirakan mencapai 30 miliar USD per tahun. Dengan total kekayaan yang diperkirakan mencapai 415 juta dolar AS, Riza Chalid merupakan orang terkaya ke-88 dalam daftar 150 orang terkaya versi Globe Asia.
Baca Juga: Riza Chalid dan 8 Tersangka Baru Minyak Mentah Pertamina, Ini Daftar Nama Total 18 Orang Tersangka
Riza Chalid pria kelahiran 1960 ini diketahui memiliki sejumlah perusahaan seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil dan Cosmic Petroleum.
Kejagung mengungkap penetapan Riza Chalid menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina-KKKS periode 2018-2023 dilakukan Kamis (10/7).
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar menjelaskan, Riza saat ini belum ditahan, lantaran masih berada di luar negeri.
"Berdasarkan informasi yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri," kata Qohar dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 10 Juli 2025.
Kata Qohar, penyidik tengah berupaya menghadirkan Riza dengan berkoordinasi perwakilan kejaksaan di Singapura.
"Karena infonya ada di sana (Singapura). Sudah kami tempuh untuk bagaimana kita temukan dan datangkan yang bersangkutan," kata Abdul Qohar.***




