POJOKSATU.ID - Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin merupakan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia sejak 21 Oktober 2024, dimasa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia pada 6 Januari 2010 sampai 20 Oktober 2014, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia juga merupakan mantan sekretaris Jenderal Kementrian Pertahanan, kala itu, kedua jabatan tersebut ia rangkap sejak April 2005.

Baca Juga: Jin BTS Dikabarkan Mengisi OST Drakor Terbaru 'When The Stars Gossip'

Ketika menjabat sebagai Sekjen Kementrian Pertahanan, Syafrie mencoba melakukan pembenahan dari dalam, terutama pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Selama ini, sistem yang ada membuat banyak pihak dan kepentingan-kepentingan bebas bermain di dalamnya, termasuk berbagai pihak yang ikut menikmati keuntungan dari pengadaan alutsista bagi Tentara Nasional itu.

Sebagian pihak berspekulasi bahwa Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Syafrie Syamsudin melakukan pembiaran atau bahkan aktif dan terlibat dalam peristiwa kerusuhan Mei tahun 1998.

Baca Juga: Sosok Linda Pantjawati, Ibu George Sugama Halim Pemilik Toko Roti Lindayes di Jaktim Ungkap Pernah Jadi Korban Anaknya

Pria kelahiran Makassar itu juga pernah menjadi pengawal Soeharto dan menjadi salah satu orang kepercayaan Presiden ke-2 itu yang paling setia hingga kejatuhannya.

Sjafrie Sjamsoeddin merupakan teman lama Presiden Prabowo Subianto. Keduanya pernah bertugas di militer Indonesia dan menjadi anggota satuan Kopassus.

Sjafrie dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia sepanjang karir militernya. Dia berpartisipasi dalam invasi Indonesia ke Timor Timur dan kemudian dilaporkan hadir di pembantaian Santa Cruz pada tahun 1991, dan krisis Timor Timur 1999.

Baca Juga: Tolak Usulan Prabowo Pilkada Dipilih DPRD, Ini Respon Jubir PDIP, Ray Rangkuti dan Dosen UNY

Bahkan Sjafrie Sjamsoeddin juga dituduh terlibat dalam penculikan aktivis 1997/1998 dan Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Dimana kala itu ia menjabat sebagai panglima militer di kota tersebut.

Ia dibebaskan oleh pihak berwenang Indonesia atas kerusuhan tersebut dan tidak secara resmi didakwa di Timor Timur atau atas penculikan tersebut, meskipun ia dipecat dari militer karena masalah yang terakhir.

Pada tahun 2009, visanya ditolak oleh Amerika Serikat ketika ia menjadi penasihat presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca Juga: Masih Ingat dengan Baba Vanga? Ramalan Tentang Tahun 2025 Mendatang Dikatakan Akan Ada Bencana Besar

Karir Sjafrie Sjamsoeddin
- Komandan Nanggala X Timor Timur (1976)
- Komandan Nanggala XXI Aceh (1977)
- Komandan Tim Maleo Irja (1987)
- Satgas Kopassus Timor Timur (1990)
- Kasdam Jaya (1996)
- Pangdam Jaya (1997)
- Staf Ahli Panglima TNI (1998)
- Koorsahli Panglima TNI (2001)
- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI (2005)
- Wakil Menteri Kementerian Pertahanan RI (2010 - 2014)

Baca Juga: Imbas Kasus Penganiayaan George Sugama Halim, Toko Roti Lindayes Beri Klarifikasi: Kami Minta Maaf

Pendidikan Sjafrie Sjamsoeddin
- Akabri Bagian Darat 1974
- Para Komando
- Susjurpa Jump Master, Borne, Path Finder, Free Fall, Suslapa Inf di USA
- Seskoad
- Terrorism in Low Intensity Conflict
- Lemhanas (2000)
- Institut Manajemen Bisnis Indonesia. ***