POJOKSATU.ID – Cek profil sekilas Situr Wijaya (33), jurnalis media online asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah ini.
Seperti diketahui, nama Situr Wijaya belum lama ini tengah ramai jadi perbincangan publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar hotel kawasan Jakarta Barat (Jakbar).
Terlebih, dugaan yang menyebabkan Situr Wijaya berakhir tragis ini disinyalir sebagai korban tindak pidana berupa pembunuhan.
Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Senin (7/4/2025).
Dalam artikelnya, kuasa hukum keluarga korban Rogate Oktoberius Halawa turut menanggapi kasus tersebut.
Baca Juga: Lewat Dukungan BRI, Runa Bawa Aksesori Daur Ulang ‘Gelap Ruang Jiwa’ Tembus Pasar Internasional
Yang mana, Rogate menuturkan bahwa Situr diduga kuat merupakan korban tindak pidana berupa pembunuhan.
Dikarenakan, jurnalis media online itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan sekujur luka lebam di tubuhnya.
“Setelah melihat foto-foto korban, pihak keluarga korban curiga bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh,” jelasnya.
Baca Juga: PENTING! Cek Persetujuan Pengajuan GBPNS atau Insentif Guru. Tenggat 10 April 2025
“Karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” lanjutnya.
Tidak heran, kasus ini ramai menyita perhatian publik lantaran Situr dikenal bukan sosok sembarangan.
Perlu diketahui, korban dugaan pembunuhan ini merupakan seorang jurnalis sekaligus CEO dari portal media iNSulteng.id.
Terlebih, dirinya juga sempat menjabat sebagai Seketaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulteng.
Berdasarkan informasi beredar, Situr juga dikenal sebagai salah satu jurnalis yang vocal dalam mengupas isu-isu sensitif pemerintahan.
Tidak hanya mengandalkan profesinya sebagai jurnalis, dirinya juga kerap aktif sebagai content creator.
Yang mana, hal ini dikonfirmasi melalui beberapa unggahan akun media sosial platform X pribadi milik Situr.
Dalam unggahan akun tersebut, dirinya kerap kali mengunggah beberapa konten hingga menunjukkan pencapaiannya sebagai content creator.
Namun, hal tersebut berakhir menjadi kenangan bagi keluarga jurnalis media online yang ditinggalkan. ***



