POJOKSATU.ID – Cek profil sekilas Michael Frederick Pakpahan (25), sopir taksi online di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Seperti diketahui, nama Michael Frederick Pakpahan baru-baru ini tengah jadi perbincangan publik.

Tidak lain, hal ini terjadi usai dirinya ditemukan tewas mengenaskan di dalam goni kawasan aliran sungai Langkat, Sumut.

Baca Juga: Sosok Michael Frederick Pakpahan, Sopir Taksi Online asal Medan Ditemukan Tewas Dalam Goni di Langkat

Usut punya usut, Michael Frederick Pakpahan yang tewas lantaran dibunuh ini ternyata alumni Universitas Sumatera Utara (USU).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDikti) pada Jumat (11/4/2025).

Dalam laman tersebut, Michael dikonfirmasi merupakan salah satu mahasiswa yang sempat menimbah ilmu di USU.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4.1 Guncang Bogor Kota, Berikut Deretan Kerusakan Rumah Warga

Di mana, data dirinya tercantum dalam portal PDDikti sebagai peserta didik yang masuk pada 2017 silam.

Diketahui, Michael duduk di bangku perkuliahan tersebut dengan mengambil Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian.

Namun, status keaktifan korban pembunuhan ini tidak lagi aktif usai dirinya dinyatakan lulus pada 2024 kemarin.

Baca Juga: Kronologi Kasus Michael Frederick, Sopir Taksi Online asal Medan Ditemukan Tewas Dalam Goni di Langkat

Tidak heran, kasus ini sontak menarik perahtian publik usai Michael dikabarkan telah meninggal dunia.

Terlebih, sopir taksi online itu juga dikenal dari kalangan keluarga yang kerap bersosialisasi di lingkungan masyarakat.

Diketahui, insiden ini mencuat ketika pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

Baca Juga: 3 Hari Pencarian, Tubuh Siswa SD yang Tersapu Ombak Ditemukan 7 Km dari Pantai Karangpakis

Yang mana, dalam laporan tersebut pihak keluarga mengadukan bahwa Michael dikabarkan telah menghilang.

Ditambah lagi, pihak keluarga juga mendapatkan kabar bahwa Michael telah jadi korban pembunuhan.

Sebab, korban yang berprofesi sebagai sopir taksi online ini tidak kunjung pulang selama beberapa hari.

Baca Juga: Daurat Sampah di Jogja Siap Diatasi 5 Mesin Insinerator Akhir April Ini

Berdasarkan informasi dihimpun, pihak keluarga tidak mendapatkan kabar dari korban sejak Minggu (6/4/2025).

Padahal, korban saat itu diketahui tengah mengambil orderan penumpang sekitar pertengahan malam.

Bukan main, korban yang sempat dinyatakan hilang ini ternyata telah meninggal dunia usai kasusnya ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Rp 18 Triliun Bansos Triwulan I 2025, Andalkan DTSEN untuk Penyaluran Selanjutnya

Yang mana, Michael ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah karung kawasan aliran sungai Gebang, Langkat pada Rabu (9/4/2025).

Berdasarkan informasi beredar, jasad korban akan dimakamkan pada hari ini di Taman Pemakaman Umum Jalan Eka Prasetya, Medan. ***