POJOKSATU.id– Sosok Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menjadi perhatian publik.
Setelah pernyataannya soal urgensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penciptaan lapangan kerja memicu diskusi luas. Di tengah sorotan itu.
Rekam jejak akademisi kelahiran Yogyakarta tersebut kembali mencuat dan menimbulkan rasa ingin tahu publik.
Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek
Siapa sebenarnya figur teknokrat yang kini duduk di kursi perencanaan pembangunan nasional ini?
Rachmat bukan sosok baru dalam dunia pembangunan.
Sebelum masuk kabinet, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di lingkungan akademik Institut Pertanian Bogor (IPB). Karier pendidikannya dimulai sejak 1980-an.
Baca Juga: Kades Tamansari Karawang Gagal Tegas Lindungi Warga dari Ancaman Tambang Karst
Hingga akhirnya ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Penyuluhan Pembangunan ilmu yang berfokus pada tata kelola pembangunan desa, penguatan petani, hingga kebijakan agribisnis.
Pengalaman panjang itu tidak berhenti di ruang kelas. Rachmat tercatat pernah menjadi Tenaga Ahli Menteri Pertanian pada tahun 2000.
Posisi yang membuatnya berhadapan langsung dengan isu ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Bukan Kelaparan, Kemensos Ungkap Fakta Kematian Pria di Cilacap dan Beri Santunan Keluarga
Ia juga pernah duduk sebagai anggota Dewan Pengawas Perum BULOG, lembaga yang mengelola pasokan pangan strategis Indonesia.
Sejumlah jabatan strategis itu memperluas perspektifnya soal kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pentingnya gizi dan akses pangan.
Selain itu, Rachmat aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta memimpin lembaga riset sosial ekonomi USESE sejak akhir 1980-an.
Jejak panjang itu membentuk karakter kebijakan yang cenderung mengutamakan kebutuhan dasar sebuah latar belakang yang menjelaskan mengapa ia menilai MBG sebagai program yang harus diprioritaskan.
Saat ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri PPN pada Oktober 2024, banyak pihak melihatnya sebagai representasi kalangan kampus dalam kabinet.
Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek
Kini ketika namanya menjadi perbincangan publik, Rekam jejak akademis dan pengalamannya di sektor pangan kembali menjadi bagian penting.
Untuk memahami cara pandang seorang Rachmat Pambudy terhadap pembangunan nasional.***




