POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mendagri Tito Karnavian menjadi sorotan usai menyatakan masyarakat Indonesia agar tidak mengandalkan beras sebagai bahan pokok.

Bahkan Tito Karnavian menyarankan makanan karbohidrat itu agar diganti ke ubi, singkong, dan talas.

Pernyataan ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian sebagai respon atas kenaikannya harga beras di tanah air.

Berikut pfofil lengkap Tito Karnavian :

Tito Karnavian merupakan pensiunan Polri dengan pangkat terakhirnya Jenderal dan merupakan mantan Kapolri.

Baca Juga: HGU IKN Diobral 190 Tahun, Fraksi PKS : Bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945

Pria bernama lengkap Muhammad Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Oktober 1964. Dia merupakan anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Muhammad Saleh dan Supriatini.

Tito Karnavian menyelesaikan sekolahnya di SD Xaverius 4 Palembang pada 1976, SMP Xaverius 2 Palembang pada 1980, dan SMAN 2 Palembang pada 1983.

Selepas SMA, Tito Karnavian kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol). Dia menjadi lulusan terbaik dan menerima bintang Adhi Makayasa pada 1987.

Tugas pertama Tito sebagai polisi berada di Polres Jakarta Pusat. Di sana, dia langsung menjabat sebagai Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions Malam Ini, Rabu 4 Oktober: Atletico vs Feyenoord, Porto vs Barca, Dortmund vs Milan

Pada 2004, Tito menyandang pangkat AKBP dan Ketua Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Tim yang dipimpinnya berhasil melumpuhkan teroris Azhari Husin atau dikenal sebagai Dr Azhari di Batu, Jawa Timur pada 2005.

Tito kemudian ditugaskan memimpin Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Polri di Poso, Sulawesi Tengah.

Kemudian, Tito kembali diberikan amanah kembali menjadi Ketua Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Atas keberhasilannya menjabat di Densus 88, dia mendapatkan penghargaan dan pangkatnya dinaikkan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen). Dia lalu dipromosikan sebagai Kapolda Papua pada 2012.

Baca Juga: Relawan Ganjar untuk Semua Perkuat Silaturahmi dengan Kiai dan Tokoh Agama di Tangerang

Selanjutnya Tito ditempatkan sebagai Kapolda Metro Jaya. Namun, jabatan tersebut hanya diembannya selama sembilan bulan.

Tito Karnavian kemudian ditunjuk menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Seiring dengan jabatan tersebut, Tito naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen). Baru tiga bulan di BNPT, Tito dilantik sebagai Kapolri pada Juni 2016.

Setelah tiga tahun menjabat Kapolri, Presiden Joko Widodo rupanya cocok dengan kinerja Tito memimpin Korps Bhayangkara.

Atas prestasinya itu, Jokowi mengangkat Tito sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memperkuat Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada 23 Oktober 2019.

Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs Lazio Liga Champions 5 Oktober: Condong ke Biancoceleste

Teranyar, Tito Karnavian mengeluarkan pernyataan yang membuat warganet geger. Pernyaraannya itu, menghimbau masyarakat agar menggantikan makanan mengandung karbohidrat, yakni beras dengan singkong, ubi, jagung, dan talas.

"Jadi tidak hanya mengandalkan beras sebagai bahan pokok. Tapi ada karbo-karbo yang lain," kata Tito di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2023.

Mantan Kapolri ini juga menuturkan, makanan karbohidrat lainnya jauh lebih bagis daripada beras.

Terlebih jika berlebihan memakan nasi, maka justru akan memicu kenaikan gula darah sehingga akan menyebabkan terjadinya diabetes.

Baca Juga: Lens Vs Arsenal, The Gunners Tertekan Setelah Kekalahan 1-2

"Intinya jangan terlalu bergantung kepada beras," ujarnya.

Selain itu, kata Tito Karnavian, bila masyarakat Indonesia tidak bergantungan terhadap beras, hal itu tentu akan berdampak akan menurunnya harga beras di tanah air.

"Dengan langkah ini, kita harapkan harganya akan menurun," ujarnya.

Pernyataan Mendagri itupun sontak mendapat sorotan warganet usai melihat capture berita di akub instagram @fakta.berita.

Mayoritas netizen mengecam pernyataan mendagri itu karena dinilai dampaknya akan berpengaruh terhadap para petani di Indonesia.

@sy.muiz Siapa yang mau makan beras. Enak makan nasi disuruh makan beras.

@fahryhusaini_ Iya pang. Saya juga gak makan beras tapi makan nasi.

@harie gun Biar petanu menjual sawahnya ke investor.

@ndahpravitasari Statemenya gak mutu banget Pak.

@scorpio.tolen86 Kita enak, orang banyak duit bisa beli makanan full nutrisi. Saya makan nasi sudah syukur, lauk seadanya.***