POJOKSATU.ID – Cek profil Jimmy Masrin, Komisaris Utama PT Petro Energy (PE) yang belum lama ini disorot publik.

Seperti diketahui, nama Jimmy Masrin tengah hangat jadi perbincangan usai dirinya tersandung skandal kasus korupsi.

Yang mana, Komisaris Utama PT PE ini disinyalir kuat terlibat dalam putaran kasus korupsi kredit Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Baca Juga: Berikut Deretan Pasal Kontroversial UU TNI, Ini Salah Satunya

Berdasarkan informasi beredar, tindak pidana yang dilakukan Jimmy Masrin ini telah merugikan kas negara sebesar Rp882 miliar.

Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Jumat (21/3/2025).

Dalam artikelnya, Jimmy dikonfirmasi terlibat dalam putaran kasus tersebut usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Kembali ke Masyarakat, Yusni Rinzani Fokus pada Pemberdayaan dan Ibadah

Tidak sendirian, dirinya juga turut ditemani oleh beberapa pejabat PT PE lainnya dalam putaran kasus kredit LPEI tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu.

Asep menuturkan bahwa Jimmy ditetapkan sebagi tersangka bersama dengan Direktur Keuangan PT PE, Susy Mira Dewi Sugiarta.

Baca Juga: INFO Mudik Lebaran 2025, Tarif Tol Trans Jawa Lebaran 2025 DISKON 20 Persen, Cek Daftar Tarif LENGKAP, Periode dan Golongan Kendaraan

“Guna kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka dalam perkara LPEI,” jelasnya.

 “Pada hari ini, Kamis 20 Maret 2025, yaitu Saudara JM (Jimmy Masrin), dan Saudari SMD (Susy Mira Dewi Sugiarta),” lanjutnya.

Berikut profil Jimmy Masrin:

Baca Juga: RUU TNI Baru Saja Kemarin Disahkan, Hari Ini Mahasiswa UI Ajukan Gugatan ke MK

Jimmy Masrin merupakan seorang warga negara Indonesia yang lahir 1963, dan berdomisili di Jakarta.

Dirinya meraih gelar Sarjana Seni dari University of Oklahoma, Amerika Serikat, pada 1985 silam.

Tidak hanya itu, Jimmy juga meraih gelar Magister Manajemen Internasional dari The American Graduate School of International Management (Thunderbird), pada 1987.

Baca Juga: Berbarengan RUU TNI Dsahkan, Redaksi TEMPO Diteror Kepala Babi Busuk Tanpa Kuping

Berdasarkan informasi dihimpun Pojoksatu.id dari laman resmi Linc Group, Jimmy memulai kariernya sebagai Manajer Pemasaran di Dauphin Technology, Lombard, Illinois.

Tidak lama setelahnya, dirinya bergabung dengan Grup Lautan Luas pada 1989 sebagai Wakil Presiden Direktur di salah satu anak perusahaan.

Kemudian, Jimmy diangkat sebagai Direktur Perusahaan pada 1990 yang dilanjutkan dengan menduduki jabatan di posisi Managing Director sejak 1996 hingga 2007.

Baca Juga: Pada Hari Yang Sama Tiga Tempat Ini Di Geledah Kejaksaan, Mencari Bukti Tambahan Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah

Sehabis masa jabatan tersebut, dirinya diketahui menjabat sebagai Wakil Presiden Direkrut di PT Lautan Luas (LTLS).

Hingga saat ini, Jimmy diketahui memiliki beberapa jabatan di berbagai perusahaan yang dipercayakan sebagai dewan direksi hingga komisaris.

Selain kiprahnya di dunia bisnis, Jimmy juga dikenal sebagai pendiri dan Ketua Asian Tour, organisasi utama yang menaungi turnamen golf profesional di Asia.

Baca Juga: Damai Bethany

Asian Tour menjadi wadah bagi para pegolf berbakat dari seluruh Asia untuk berkompetisi di tingkat internasional dan membuka jalan bagi mereka menuju panggung golf dunia.

Namun, rekam jejaknya di ruang lingkup bisnis hingga olahraga ini justru berakhir tragis usai dirinya terlibat dalam kasus korupsi kredit LPEI. ***