POJOKSATU.id - Akhir hidup Imam Masykur bisa dikatakan cukup tragis. Pasalnya, pria berumur 25 tahun itu meninggal dunia karena disiksa.

Ironisnya, ketiga pelaku itu adalah anggota TNI.

Lebih ironis lagi, satu dari 3 pelaku itu ternyata adalah anggota Paspampres, Praka Riswandi Manik atau Praka RM.

Kini ketiga pelaku itu telah dipecat tidak hormat sebagai anggota TNI dan telah menjalani proses hukum.

Baca Juga: Selamat, Jennifer Melahirkan Bayi Perempuan, Namanya Unik

Sepupu korban, Said Sulaiman menuturkan keluarga mendapat kabar korban dibawa seseorang dari warga sekitar.

"Kalau saya ini kan abang sepupu, jadi korban sama saya gak jauh tinggal disana jadi kalau ada kenapa kenapa dia telpon saya," kata Sulaiman saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin 28 Agustus 2023.

"Jadi hari Sabtu kejadian sore mau magrib tanggal 12 jadi ada orang dateng ke toko masuk dan korban juga sempet dorong mengatakan perampok yang mau masuk ke toko karena kan di langsung masuk gak bener," sambungnya.

Baca Juga: Kunjungi Ponpes Al Munawwir Krapyak, Ganjar Pranowo Ajak Nahdliyin Jaga Keutuhan NKRI Jelang Kontestasi Politi

Sulaiman menceritakan, korban yang panik sempat meneriaki pelaku dengan kata rampok yang memicu kedatangan warga dan sempat terlibat cekcok dengan pelaku.

"Jadi diteriakin lah dia sama si korban ini 'rampok' kan disitu juga lagi ada orang nongkrong dibantulah sama warga," kata dia.

Setelah ramai, kemudian turun 2 pria lain dari mobil yang diparkir pelaku di pinggir jalan.

Baca Juga: Pesulap Oge Arthemus Ditangkap Saat Touring Terkait Narkoba, Begini Kronologi Penangkapannya

"Dibilang lah kami ini anggota jangan halangi kami," kata Sulaiman menirukan.

Karena warga tidak dapat berbuat banyak, korban langsung dimasukan ke kendaraan milik pelaku.

"Tidak lama kemudian larilah dari situ satu orang ke tempat saya bilang korban ini udah di pukul terus di bawa pakai mobil. Saya telepon nomornya (korban) udah ga aktif," ujarnya.

Setelah penculikan itu, keluarga Imam Masykur dikirimi video penyiksaan dari nomor korban.

Baca Juga: Reimagining Beauty: Tren Makeup 2023-2024 Menerobos Batasan Eksperimen dan Keberagaman!

"Jam 8 malam dia itu korban telpon, katanya udah dianiaya saya udah dipukul dia minta tebusan minta duit 50 juta," ungkapnya.

"Saya bilang lah kalau segitu ga ada duit, dia juga bilang ke saya sedikit lagi mau mati. Ya udah saya telepon orang lain untuk pinjam habis itu dia gak telpon lagi rupanya," kata Sulaiman.

Sulaiman membenarkan bahwa video yang dikirim tersebut adalah video yang beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Terbentuknya Paspampres, Bermula Dengan Evakuasi Soekarno-Hatta ke Yogyakarta

"Jadi orangtua juga udah cari uang di kampung tapi gak ada kan itu banyak uang. Sehabis itu jam 10 itu ibunya langsung telpon ke nomor anaknya tapi angkat ini pelaku," tutur Sulaiman.

Karena khawatir dengan keselamatan sepupunya, Sulaiman memutuskan melaporkan penculikan itu ke Polda Metro Jaya 2 hari setelah penculikan.

"Hari Minggu saya langsung ke Polda, tapi saya gak bawa saksi, kata Polda suruh bawa saksi biar lengka. Pulanglah saya ke tkp minta orang yang lihat kejadian datang 2 orang mau bantuin jadi saksi korban itu pas hari Senin," jelas Sulaiman.

Baca Juga: Sukses Gelar Meet & Green EXO di Jakarta, Felicya Angelista : Kalian Super Baik dan Ramah

Laporan itu pun diterima dengan nomor LP/B/4776/VII/2023/SPKT POLDA METRO JAYA tertanggal 14 Agustus 2023 dengan pasal 328 dan 333 KUHP tentang penculikan.

 

Profil Imam Masykur

Sementara korban diketahui adalah seorang perantau asal Bireun, Aceh, yang baru sekitar 6 bulan membuka usaha di kawasan Ciputat, Tangsel.

Sehari-hari, Imam Masykur menjalankan usaha kios kosmetik dan obat-obatan di Jalan Sandratek, RT/RW 02/06, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Imam selama ini juga sendirian menjaga kios dengan rolling door bercat cokelat berukuran 3x5 meter tersebut.

Baca Juga: Cerita Soeharto yang Copot Komandan Paspampres Karena Dihadang Demonstran Saat di Jerman

Imam Masykur belum 2 tahun jualan menekuni profesi tersebut.

Berdasarkan penelusuran pojoksatu.id di akun TikTok @@imammasykur548 tak banyak informasi yang didapatkan.

Akan teapi menurut komentar salah satu akun, korban sebelumnya sempat berjualan ayam cepat saji di Jalan Laksana, Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara pada tahun 2021 silam.

Baca Juga: Darurat Sampah, Pemkot Bandung Jajaki Berbagai Alternatif TPA Darurat

"Dulu tahun 2021 bang Imam pernah jualan KFC di Jl. laksana Medan, aku sering beli KFC nya. Orangnya baik dan ramah sering kasih bonus, ya Allah," tulis akun @Nafa Milena.

Nafa mengomentari postingan Imam Masykur berupa video pada saat di sebuah bandara yang merupakan postingan terakhir Imam Masykur.

"Dia anak baik," tulis akun @Nascol di kolom komentar.

Baca Juga: Raih Pemain Terbaik Piala AFF U23 2023, Arkhan Fikri Pulang Kampung ke Sumut Hanya Disambut Keluarga

Penuturan yang sama juga diungkap salah seorang saksi di lokasi yang melihat langsung korban dibawa oleh beberapa orang dari kiosnya.

Saksi yang tak mau disebutkan namanya ini menyebut, penculikan terjadi pada 12 Agustus 2023, sekitar pukul 5 sore.

Ia menyebut korban dijemput seseorang yang berbadan tinggi dan tegap serta berambut cepak.

Untuk menakuti warga, pelaku mengaku sebagai anggota polisi.

Baca Juga: Kamu Tidak Akan Menyesal, Pilih SMK Taruna Terpadu 1, Temukan Prestasi dan Program Studi Terbaik Disini!

"(Korban) Cuma sendiri. Biasa, dibawa, diborgol belakang badan. Orang dia bilang polisi. 'Saya polisi' gitu. Badannya tinggi (rambut) cepak," bebernya kepada pojoksatu.id pada Minggu malam.

Saksi juga mengaku sangat mengenal Imam Masykur karena selalu bertemu dan berinteraksi setiap hari.

"Saya kenal orangnya, baik banget," tuturnya.

Baca Juga: H-4 Pendaftaran Magang KPK 2023 Ditutup, Begini Cara Daftarnya!

Salah satu hal yang selalu dilakukan korban adalah selalu menunaikan salat.

"Rajin salat. Terus sama cucu aja baik banget sering dijajanin," bebernya.***