POJOKSATU.ID – Cek profil Ida Nur Hayati, Sekretaris Desa (Sekdes) Kemdalkemlagi, Lamongan, Jawa Timur.
Seperti diketahui, nama Ida Nur Hayati belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Tidak lain, hal ini dikarenakan dirinya viral usai diduga berduaan di dalam kamar dengan oknum Kepala Desa (Kades) Kemdalkemlagi, Iwan Fanani.
Usut punya usut, Ida Nur Hayati yang dikenal dengan Sekdes Lamongan viral ini ternyata alumni Universitas Brawijaya (UB).
Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsolo.jawapos.com pada Jumat (16/5/2025).
Dalam unggahannya, Ida dikonfirmasi sebagai sekdes yang tengah ramai disorot usai dituding melakukan tindak asusila.
Berdasarkan informasi dihimpun, oknum sekdes ini berduaan dengan Iwan di dalam sebuah kamar hotel.
“Perhatian publik tertuju padanya setelah tersebarnya foto intim yang diduga menampakkan dirinya bersama Kades IF di dalam kamar hotel,” jelas dikutip.
Tidak heran, kasus ini sontak menarik perhatian publik lantaran kedua pelaku merupakan sosok pejabat pemerintah daerah.
Baca Juga: Indonesia Kirim Enam Wakil ke Perempat Final Thailand Open 2025, Dominasi Nomor Ganda
Berikut profil Ida Nur Hayati:
Seperti yang dikutip dari laman resmi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ida disinyalir pernah menempuh pendidikan di salah satu program studi.
Yang mana, dirinya diketahui mengambil Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2012.
Usai menyelesaikan studinya pada 2017, Ida memutuskan kembali ke desa tempat dirinya dibesarkan, yakni Kendalkemlagi, terletak di Lamongan.
Baca Juga: Tips Memilih Hewan Kurban, Grosir Hewan Qurban Cep Haji Lengkap Surat Kesehatan Hewan
Setahun berselang, Ida diketahui resmi dilantik menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) setelah melalui proses seleksi terbuka dan dinyatakan lolos.
Meski belakangan namanya banyak disebut dalam konteks negatif, Ida sebelumnya dikenal sebagai pribadi yang memotivasi banyak orang.
Sebagaimana halnya saat dirinya menjadi narasumber di kampus almamaternya, yakni UB pada 2022 silam.
Dalam kesempatan tersebut, Ida membagikan kisah perjalanan dan tantangan yang harus ia hadapi sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas sebagai perangkat desa.
Ida juga membuka cerita soal pengalamannya mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2017 yang berakhir dengan kegagalan.
Kendati gagal mencalonkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekdes Kemdalkemlagi itu tidak pernah berhenti berjuang.
Baca Juga: Gadis Embun
Setelah mendengar adanya pembukaan seleksi untuk posisi sekretaris desa, Ida kemudian berinisiatif mencari kepastian langsung dari kepala desa yang menjabat saat itu.
Dalam forum yang sama, Ida juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa menjunjung kejujuran dalam urusan birokrasi tingkat desa.
Namun, pernyataan yang disampaikan Sekdes Kemdalkemlagi ini justru dinilai hanya bualan semata.
Bagaimana tidak, hal itu terjadi usai dirinya baru saja tersandung skandal tengah berduaan dengan kadesnya sendiri. ***



