POJOKSATU.id, JOMBANG-- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 sesuai hasil musyawarah Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Gus Kikin berlatarbelakang pengusaha dan saat ini ditunjuk menjadi Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang.

Dia meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat 2020.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Jawa Timur, Gus Kikin menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Baca Juga: KH Abdul Hakim Mahfudz Cicit Pendiri NU Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Setelah menempuh pendidikan pelayaran, ia bekerja di kapal sebagai Muallim. Dia lalu melanjutkan kariernya di BUMN. Dia pernah dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon dari PT Djakarta Lloyd.

Dan juga pernah menjabat pimpinan harian PT Djakarta Lloyd Cabang Medan.

Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, mengalir darah keluarga KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Gus Kikin menjadi pengusaha minyak dan gas bumi melalui PT Energi Mineral Langgeng yang mengelola South East Madura Block.

Baca Juga: Ulama Sepuh Tunjuk KH Miftahul Akhyar Pimpin Lagi Rais Aam PBNU Kedua Kalinya, Ini Sosoknya

Ia juga meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka (UT).

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029. Ia juga pernah menjadi salah satu ketua di PBNU.

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.***