POJOKSATU.id, MAKASSAR – Cek profil sekilas dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel, Firman Saleh di bawah ini.
Seperti diketahui, Firman Saleh merupakan dosen Unhas Makassar yang tengah ramai disorot publik akhir-akhir ini.
Bagaimana tidak, dirinya disebut menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi yang menjalani bimbingan skripsi dengan dirinya.
Ironisnya, tindak asusila tersebut berseberangan dengan jabatannya sebagai Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) Unhas.
Baca Juga: Inilah Tampang Firman Saleh, Dosen Unhas Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi Saat Skripsi
Tidak heran, kasus ini beredar luas di media sosial yang berakhir mencoreng nama baik kampus asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media FIB Unhas pada Minggu (1/12/2024) yang menampilkan sosok Firman.
Dalam unggahan artikel tersebut, Firman dikonfirmasi menjabat Ketua GPM-PR yang tengah menggelar Sebuah acara di Unhas.
Yang mana, dirinya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam penerimaan puluhan dosen baru lulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024.
Baca Juga: Lima Jurnalis Pers Mahasiswa Unhas Makassar Ditangkap Usai Liput Aksi Kasus Pelecehan oleh Dosen
“Dr. Firman Saleh, S.S., S.Pd., M.Hum (Ketua GPM-PR), selaku MC yang memandu jalannya acara,” jelas dikutip dalam artikel.
Usut punya usut, Firman tidak hanya memiliki jabatan strategis untuk menjamin reputasi kampus tempat dirinya mengajar.
Melainkan, dosen FIB Unhas ini ternyata memiliki segudang penelitian ilmiah yang kerap kali dipublikasi pada laman media terbuka.
Tidak heran, dirinya dimandatkan menjadi Ketua GPM-PR Unhas berkat prestasinya di bidang ilmiah yang membawa nama baik Unhas.
Baca Juga: Kadisdik Indramayu Bantah Perintah Pengembalian Dana Insentif Guru PAUD
Namun, hal tersebut justru berseberangan dengan tindakan Firman yang belum lama ini telah mencoreng nama baik Unhas.
Seperti diketahui, dosen FIB Unhas ini melakukan tindak asusila hingga nyaris rudapaksa mahasiswi bimbingannya.
“Seorang mahasiswi menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya saat melakukan bimbingan skripsi,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id.
“Bentuk pelecehan yang terjadi berupa memeluk dan nyaris mencium korban yang membuat trauma besar bagi korban,” lanjutnya. ***



