POJOKSATU.ID – Cek profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang tengah ramai disorot publik di bawah ini.
Seperti diketahui, nama Fadia Arafiq belum lama ini viral di media sosial usai sikapnya menuai kontroversial.
Yang mana, Bupati Pekalongan ini terbukti maki-maki salah seorang netizen melalui akun media sosial miliknya.
Baca Juga: Cara Mengetahui Apakah Ijazah dan Serdik Linier dengan Mapel yang Diampu di Info GTK Guru!
Sebab, warganet yang dicecar Fadia Arafiq ini mempertanyakan soal anggaran RS Ki Ageng Sedayu, Pekalongan, Jawa Timur.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media solobalapan.jawapos.com pada Kamis (6/3/2025).
Dalam artikelnya, terlihat jelas akun Instagram milik Fadia tengah maki-maki salah satu pengikutnya.
Baca Juga: Indonesia dan Kamboja Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Fokus pada Pasukan Khusus dan Keamanan Maritim
Terlebih, dirinya juga mengintimidasi warganet terebut dengan ancaman berupa hukuman yang berlaku.
“Mulutmu kalo ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko,” jelas Bupati Pekalongan di akun pribadinya @fadiaarafiq.official.
“Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo??? Jgn sampe dicari koe, rak iso kasih pertanggungjawaban omonganmu!,” lanjut Fadia.
Tidak heran, cuitan Fadia tersebut ramai disorot publik lantaran dirinya merupakan seorang Bupati Pekalongan.
Terlebih lagi, Fadia juga diketahui telah menjabat sebagai Bupati Pekalongan sejak dari 2021 silam.
Yang mana, jabatannya itu disinyalir akan berakhir pada 2030 mendatang bertepatan dengan masa kepemimpinan presiden.
Hal ini tercantum dengan jelas di bio akun media sosial pribadi milik Fadia yang mencantumkan masa jabatannya.
Dalam bio akunnya, Fadia juga menyematkan bahwa dirinya sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan.
Yang mana, dirinya dimandatkan sebagai posisi Wakil Bupati Pekalongan terhitung sejak 2011-2016 silam.
Baca Juga: Wajib Tahu! LINK MUDIK GRATIS 2025 dan Syarat Mudik Gratis BUMN Jasa Raharja!
Tidak melalui jalur independen, Fadia maju dalam kontestasi politik atas dukungan dari fraksi Golkar.
Bukan main, fraksi yang mendukungnya maju ke dunia politik ini berhasil membuatnya menjadi Ketua Golkar Kabupaten Pekalongan.
Diketahui, Bupati Pekalongan itu dijadikan sebagai Ketua Golkar domisilinya sudah terhitung sejak 2017.
Yang mana, hal tersebut bertepatan satu tahun setelah jabatannya berakhir sebagai Wakil Bupati Pekalongan. ***



