POJOKSATU.id, BANDUNG—Bencana menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Sabtu dinihari (24/1). Sebanyak 30 KK atau rumah dinyatakan hilang tertimbun tanah.
Hingga Senin pagi (26/1), jumlah kantong jenazah yang diangkat tim SAR gabungan dari lokasi longsor mencapai 25 buah. Dimana 17 telah teridentifikasi sebagai korban jiwa.
Dari profil desa, wilayah Pasirlangu berada di ketinggian sekitar 900 hingga 2.050 mdpl. Suhu rata-rata berkisar 20 hingga 25 derajat Celsius.
Pasirlangu merupakan salah satu dari delapan desa yang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Baca Juga: Sayur Dapur Bikin Lereng Ambruk? Kentang, Kol,Kubis dan Paprika Masuk Radar Penyebab Longsor!
Desa ini berada tidak jauh dari kaki Gunung Burangrang dan berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Bandung dengan waktu tempuh satu jam.
Desa Pasirlangu memiliki luas sekitar 1.020 hektar. Berdasarkan data terbaru situs resmi Open Data Bandung Barat, terdapat total 10.926 penduduk pada 2022.
Jumlah kepala keluarga (KK) yang mendiami lokasi ini sekitar 3.587 KK sesuai data dari Kemendagri terbaru.
Adapun batas desa antara lain batas di utara dengan Gunung Burangrang, lalu Desa Cipada di sebelah barat, Desa Cimanggu Kecamatan Ngamprah di selatan, dan Desa Tugumukti di timur.
Baca Juga: Viral Karena Pingsan, Prestasinya Terlupakan Siapa Sebenarnya Sakti Wahyu Trenggono?
Dilansir dari salah satu artikel Studia Komunika Jurnal Ilmu Komunikasi (2019), Desa Pasirlangu adalah salah satu penghasil paprika terbesar di Indonesia.
Dalam penelitian lainnya menyebutkan, masyarakat setempat bahkan memiliki koperasi tersendiri untuk menggerakan usaha paprika tersebut bernama Koperasi Mitra Sukamaju.
Selain itu, terdapat pula komoditas pertanian lain di Desa Pasirlangu seperti sayur mayur hingga waluh.
Penduduk desa ini menggantungkan hidupnya pada pertanian.
Komoditas pertanian yang ada di desa ini antara lain: bunga potong, sayur mayur, waluh(lejet) terutama paprika (Capsicum annuum L.).
Komoditas pabrika menjadi sumber perekonomian utama di desa ini karena harganya yang lumayan dibandingkan sayuran lain.
Walaupun Desa Pasirlangu letaknya agak terpencil tetapi perekonomiannya sudah cukup maju, pendidikan dan kesehatanpun sudah mulai mudah di jangkau.
Pasirlangu adalah sentra penghasil paprika utama di Jawa Barat. Sebagian besar area desa berupa permukiman yang berdampingan dengan lahan pertanian dan perkebunan.
Lingkungan perkampungan dikelilingi kebun sayuran dan tanaman hortikultura lainnya.
Catatan dari Universitas Padjadjaran serta kegiatan KKN sejumlah perguruan tinggi menyebutkan Pasirlangu dikenal sebagai sentra produksi paprika.
Sistem pertaniannya telah berkembang melalui koperasi, kelompok tani, dan petani mandiri.
Selain Paprika bernilai jual tinggi, warga juga menanam berbagai jenis sayuran serta bunga potong. Pabrika Pasirlangu sudah diekspor ke luar negeri.***




