POJOKSATU.id – Nama Viktor Bungtilu Laiskodat kembali menjadi sorotan setelah potongan videonya viral di media sosial.

Dalam sebuah seminar, politikus Partai NasDem itu menyampaikan pernyataan yang memicu perdebatan nasional.

Bahwa penyumbang oksigen terbesar di bumi bukan hutan, melainkan laut.

Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Gaji PNS 2026, Kenaikan Masih Menunggu APBN, Ini Penjelasannya

Ucapan tersebut langsung menyebar luas dan memancing berbagai reaksi dari publik, mulai dari yang mendukung hingga yang mengecam.

Viralnya isu oksigen ini secara tidak langsung menyeret kembali perhatian publik kepada rekam jejak Viktor di dunia politik.

Maklum, Viktor bukan figur baru. Ia memiliki perjalanan panjang sebelum menduduki kursi DPR RI, mulai dari dunia hukum hingga jabatan strategis di pemerintahan daerah.

Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Gaji PNS 2026, Kenaikan Masih Menunggu APBN, Ini Penjelasannya

Lahir di Kupang pada 17 Februari 1965, Viktor menempuh pendidikan hukum sebelum terjun menjadi pengacara.

Karier politiknya dimulai saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004–2009.

Setelah itu, ia kembali melanjutkan kiprahnya di parlemen bersama Partai NasDem dan dipercaya menjadi Ketua Fraksi NasDem DPR RI.

Baca Juga: Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu 2025 di Bima, Wali Kota Tekankan Pelayanan Publik

Posisi yang membuatnya dikenal luas sebagai politisi bertipe komunikator tegas.

Pada 2018, Viktor mengambil langkah besar dengan mengikuti Pilkada NTT. Bersama Josef Nae Soi, ia terpilih sebagai Gubernur NTT periode 2018–2023.

Di masa kepemimpinannya, beberapa kebijakan Victor sempat menimbulkan perdebatan publik.

Termasuk kebijakan jam masuk sekolah pukul 05.00 pagi yang menjadi salah satu kebijakan paling kontroversial di Indonesia saat itu.

Usai masa jabatannya sebagai gubernur, Viktor kembali duduk di DPR RI periode 2024–2029 dan kembali dipercaya memimpin Fraksi NasDem.

Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Gaji PNS 2026, Kenaikan Masih Menunggu APBN, Ini Penjelasannya

Gaya kepemimpinannya yang kuat, disiplin, dan blak-blakan tetap menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya.

Kembali ke isu oksigen, publik mempertanyakan apakah penyataan Viktor akan berdampak pada cara masyarakat memandang hutan.

Meskipun benar bahwa laut menyumbang oksigen terbesar, para ahli lingkungan mengingatkan bahwa hutan tetap memiliki peran vital.

Baca Juga: Ibunya Diduga Kerja Sama dengan Min Hee Jin hingga Teken Kontrak Lain, Penyebab ADOR Keluarkan Danielle dari NewJeans

Mulai dari menjaga ekosistem, menyerap karbon, hingga menjaga stabilitas iklim.

Kekhawatirannya, pernyataan tokoh publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat dan memberi ruang bagi narasi yang bisa disalahartikan.

Namun bagi sebagian pihak, viralnya pernyataan Viktor justru menjadi momentum untuk meningkatkan literasi sains di masyarakat.

Fakta bahwa fitoplankton menghasilkan oksigen dalam jumlah besar sering kali tidak diketahui publik.

Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Gaji PNS 2026, Kenaikan Masih Menunggu APBN, Ini Penjelasannya

Di sisi lain, peristiwa ini juga menegaskan kembali bagaimana sosok Viktor selalu memiliki daya tarik tersendiri.

Setiap tutur kata dan kebijakannya hampir selalu memicu pembahasan luas.

Meski ramai dipersoalkan, pernyataan Viktor tidak sepenuhnya keliru.

Lembaga ilmiah internasional seperti NASA dan NOAA telah lama mencatat bahwa sekitar 50 persen oksigen dunia berasal dari fitoplankton dan organisme laut lainnya.

Namun, gaya penyampaiannya yang lugas dan tanpa penjelasan konteks membuat pernyataan itu berbenturan dengan persepsi publik tentang pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia.

Hingga kini, perdebatan soal pernyataan Viktor masih berlanjut.

Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Gaji PNS 2026, Kenaikan Masih Menunggu APBN, Ini Penjelasannya

Namun satu hal jelas, viralnya isu ini kembali mengangkat rekam jejaknya sebagai politisi senior yang kerap mengguncang wacana publik.

Baik lewat kebijakan maupun pernyataannya yang penuh keyakinan.***