POJOKSATU.ID – Cek profil dan rekam jejak Arlan, Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel).
Seperti diketahui, nama Arlan belakangan ini tengah ramai jadi perbincangan publik di berbagai platform.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi imbas viral kasus pencopotan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.
Baca Juga: Pengamat: Reformasi Polri Sudah Tuntas yang Dibutuhkan Restorasi
Berdasarkan informasi dihimpun, Kepsek SMPN 1 Prabumulih itu dicopot diduga karena tegur anak Arlan bawa mobil ke sekolah.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarbanyuwangi.jawapos.com pada Rabu (17/9/2025).
Dalam artikelnya, Suherman selaku pengamat pendidikan di Sumatera Selatan turut menanggapi kasus tersebut.
Baca Juga: Ribuan Driver Ojol di Berbagai Daerah Kompak Tolak Ikut Aksi 179, Pilih Tetap Cari Orderan
Menurut Suherman, pencopotan Roni dari jabatannya sebagai Kepsek SMPN 1 Prabumulih sangat mencederai dunia pendidikan.
“Seharusnya ini tepat dan didukung semua pihak. Apalagi orang tuanya sebagai Wali Kota Prabumulih,” jelasnya.
“Jika memang pencopotan tersebut karena teguran yang dilakukan kepala sekolah, maka ini harus ditindak,” lanjutnya.
Baca Juga: Peran Karoseri dalam Dunia Ekspedisi
Berikut profil Arlan:
Berdasarkan informasi dihimpun, Arlan lahir di Bandar Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada 30 Maret 1975.
Arlan dikenal sebagai seorang pebisnis yang berhasil membangun usahanya hingga kini dipercaya memimpin Prabumulih sebagai Wali Kota.
Riwayat pendidikannya diketahui dimulai di SDN Bandar Jaya Umpam, yang ditamatkan pada 1990.
Setelah itu, dirinya melanjutkan studi ke jenjang SMPN Simpang sebelum akhirnya menetap di Prabumulih untuk menyelesaikan sekolahnya.
Tidak sampai di situ, jenjang pendidikan selanjutnya terus ditempuh Arlan lewat SMA PGRI Kota Prabumulih.
Kemudian, dirinya menempuh pendidikan tinggi pada Program Studi Ilmu Hukum di Universitas Sjakhyakirti Palembang.
Baca Juga: Tanggapan Artha Graha soal Isu Pembangunan di Pulau Padar: Fokus Konservasi, Bukan Pariwisata
Sebelum terjun ke ranah pemerintahan, Arlan sudah lebih dulu berkiprah sebagai pengusaha karet.
Perjalanannya penuh lika-liku karena pernah mengalami kebangkrutan pada 1997 saat baru mencoba merintis usaha tersebut.
Pada 2003, Arlan berhasil mengembalikan kejayaannya dan membawa bisnis karet yang digelutinya semakin berkembang pesat.
Baca Juga: 9 Peluang Usaha Produk Herbal Potensial yang Tren di Pasaran
Kini, berdasarkan informasi yang beredar usahanya mampu menyerap ratusan pekerja dan menggandeng ribuan mitra.
Selain berfokus pada karet, Arlan juga memperluas kiprahnya di bidang operasional pembangunan dan pengembangan, yakni sebagai kontraktor.
Lewat ekspansi kariernya, Wali Kota Prabumulih ini sempat dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Jaya Abadi Prabu.
Baca Juga: Cek di Sini! Strategi Personal Branding untuk Karyawan, Dari Reputasi hingga Peluang Karier
Karier politiknya juga cukup berwarna. Sebab, Arlan pernah aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kemudian, menjadi bagian dari JPC Prabumulih, serta duduk sebagai Dewan Penasihat Partai Gerindra di domisilinya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



