POJOKSATU.id, JAKARTA— Budiman Sudjatmiko lahir 10 Maret 1970 di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Budiman dilahirkan dari pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri.
Dari profilnya, Budiman anak pertama dari empat bersaudara, keluarganya membesarkan dengan suasana kental dengan keagamaan.
Masa kecilnya dihabiskan di Bogor, menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus tahun 1986.
Baca Juga: Ratusan Caleg Tangerang Raya Gugur, Gagal ke Pemilu 2024 Karena Tak Memenuhi Syarat
Kemudian pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan lulus tahun 1989.
Di Universitas Gajah Mada (UGM), Budiman sempat DO karena kegiatannya di politik atau aktivitasnya saat itu.
Ia terlibat dalam gerakan mahasiswa saat berkuliah di Fakultas Ekonomi UGM.
Ia baru kembali melanjutkan pendidikannya selepas dipenjara ke Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.
Baca Juga: Roy Suryo Bilang Lucu Kalau AHY Pasangan Gibran di Pilpres 2024, Sudah Prediksi Sejak 2018
Setelah kembali ke Indonesia dari Inggris, pada akhir 2004, dia bergabung ke PDI Perjuangan dan membentuk REPDEM (Relawan Perjuangan Demokrasi) sebuah organisasi sayap partai dari PDIP.
Pada periode 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2019, Budiman menjabat sebagai anggota DPR RI dari PDIP dari Dapil Jawa Tengah VIII.
Dan duduk di komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.
Budiman juga merupakan Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Desa.
Divonis 13 Tahun Penjara
Oleh Orde Baru, dia sempat dikambinghitamkan dalam Peristiwa 27 Juli 1996 dalam penyerbuan kantor PDI dan kemudian divonis dengan hukuman 13 tahun penjara.
Karena kemenangan gerakan demokrasi pada tahun 1998, Budiman hanya menjalani hukuman selama 3,5 tahun setelah diberi amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 Desember 1999.
Budiman dikenal sebagai aktivis reformasi atas keterlibatannya mendirikan dan memimpin Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan membacakan manifesto PRD di ruang sidang DPR.
Bukunya, Anak-Anak Revolusi, menjadi salah satu sumber informasi mengenai dunia aktivisme pada masa Orde Baru.
Menikah Usia 35 Tahun
Budiman menikahi Kesi Yovana, gadis Minang saat berusia 27 tahun. Saat itu, Budiman sendiri sudah berusia 35 tahun.
Hasil pernikahan Budiman Sudjatmiko dan Kesi Yovana melahirkan putri cantik bernama Puti Jasmina Kharisma Sudjatmiko.
Suami Kesi Yovana ini sangat menyukai makanan lontong berisi oncom, bakwan, dan ubi goreng.
Bagi Budiman Sudjatmiko, makanan tersebut adalah kenikmatan azasinya yang tak boleh dirampas.
Ditunjuk Jadi Komisaris PTPN V
Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menjadi Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V (Persero) atau PTPN V.
Informasi penunjukkan Budiman Sudjatmiko tersebut diketahui melalui unggahan yang ada di akun resmi Instagram PTPN V @ptpnusalima.
Budiman Sudjatmiko merupakan politisi PDI Perjuangan yang diberi jabatan sebagai komisaris.
Selain Budiman, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina.***




