POJOKSATU.ID – Cek profil AKP I Made Juni Artawan, Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Riau di bawah ini.
Seperti diketahui, nama Made Juni ramai disorot publik lantaran dirinya dituding melakukan pencitraan.
Yang mana, dugaan pencitraan tersebut beredar luas di media sosial usai dirinya menolong korban kecelakaan.
Namun, sikap Kasat Lantas Polresta Pekanbaru yang menolong korban kecelakaan ini justru diduga hanya pencitraan semata.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @randomable pada Minggu (2/3/2025).
Dalam unggahannya, Made Juni ramai dituding tidak tulus dalam bertugas menolong salah seorang warga.
“Kacau!! Kirain beneran bantuin ternyata pencitraan? Orangnya komen langsung,” jelas di-caption.
Diketahui, dugaan ini bermula ketika sebuah akun di media sosial mengunggah konten aksi heroik Made Juni saat menolong korban.
Di mana, pengendara sepeda motor yang ditolong Made Juni ini diketahui menjadi korban kecelakaan usai ditabrak sebuah mobil.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Percepatan Pembangunan Kembali Pasar Ciamis
Usut punya usut, aksi pertolongan tersebut dibantah oleh sebuah akun yang diduga milik korban kecelakaan.
Dalam cuitannya, pemilik akun yang diduga korban ini tidak membenarkan dirinya telah ditolong oleh sosok Made Juni.
Melainkan, dirinya justru mengaku telah ditelantarkan oleh Kasat Lantas Polrestas Pekanbaru di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tidak heran, peristiwa ini sontak ramai disorot publik lantaran yang terlibat dalam kasu tersebut merupakan seorang Kasat Lantas.
Terlebih, Made Juni yang berprofesi sebagai Kasat Lantas Polresta Pekanbaru ini sudah lama berkiprah di instansi Polri.
Seperti diketahui, dirinya sempat mengambil peran sebagai Kepala Posko Operasi Lilin Turangga 2022 Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tidak hanya itu, Made Juni juga dikonfirmasi pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Rohil.
Diketahui, jabatannya di Polres Rohil ini ia jalankan sebelum resmi naik status dengan bertugas di Polresta Pekanbaru.
Namun, rekam jejak Made Juni di dunia Polri ini berakhir buruk dengan dugaan pencitraannya di media sosial. ***



