POJOKSATU.ID - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, prihatin dengan banyaknya perusahaan gulung tikar di Jabar. Meskipun demikian, Ketua DPP Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengaku optimis pengusaha Jabar dapat meraih peluang bisnis meski menghadapi tahun politik 2024.
Menurut Ning, optimisme itu timbul berdasarkan realisasi usaha dan investasi tahun 2023 di Jabar yang mampu melampaui target.
"Investasi tahun 2023 yang masuk di Jawa Barat lebih dari target. Jadi saya senang sekali. Padahal ini dekat dengan tahun politik, ternyata optimisme dari pengusaha baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing) luar biasa," kata Ning kepada wartawan, Rabu 31 Januari 2024.
Tentang isu perusahaan yang bergejolak, Ning menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi tersebut. Namun Apindo mencatat adanya perpindahan pabrik yang selama ini beroperasi di Jawa Barat.
Ning menyebut, Apindo tak berharap ada perusahaan yang bergejolak karena satu dan lain hal. "Nggak ada bocoran alasan pastinya apa. Kita hanya berupaya tidak ada relokasi. Kalau saya ditanya seperti ini sekarang, saya harap, jangan," tegas Ning.
Namun di sisi lain, Ning juga menjelaskan bahwa perusahaan padat karya saat ini memang cukup rentan terhadap isu relokasi.
Baca Juga: Andika Kangen Band Menikah Lagi untuk yang Kelima Kali, Maharnya Emas 100 Gram
Ia menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang relokasi dari Jabar sejak 2022 hingga 2023. Perusahaan itu yang berdiri di Sukabumi dan Purwakarta.
"Jadi memang daerah yang untuk padat karya sudah kurang, terutama di Karawang," ungkapnya.
Terkait infrastruktur, Ning menuturkan, Jabar termasuk provinsi yang cukup baik dan mendukung investasi.
"Jabar itu hebat, sekarang infrastrukturnya lebih bagus, misalnya di Patimban. Kita juga lihat di kawasan Rebana mulai berkembang. Di Cirebon yang investasi banyak sekali," ujarnya.
Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan RS Semen Padang, Kini Lumpuh Total Karena Ledakan
Ning juga menjabarkan dalam 10 tahun terakhir banyak perusahaan yang berdiri di Jabar, seperti di Cirebon ada tiga pabrik besar sepatu.
"Saya menyampaikan berdasarkan apa yang saya lihat langsung di beberapa daerah, terutama Cirebon, ada tiga pabrik sepatu di sana. Kalau kita ngomongin sepatu, artinya satu pabrik butuh puluhan ribu karyawan dan itu ada tiga di sana gede-gede," jelas Ning.
Menghadapi tahun politik, Ning kembali menegaskan bahwa pemilu bukan baru kali ini terjadi, tetapi dunia usaha tetap baik-baik saja.
"Jadi pengusaha harus tetap optimistis karena tak hanya sekarang pemilu itu terjadi. Setiap lima tahun ada pemilu dan semua kita baik-baik saja," tutupnya.



