POJOKSATU.ID- Pria 52 tahun ini ditemukan tewas di kamar rumahnya dengan kondisi luka mengenaskan di bagian kepala dan lengan.
Korban adalah, Yohanes Alexander Stevanus de Fretes, warga Jalan Rungkut Harapan, Surabaya, Jawa Timur.
Diduga, korban tewas dimangsa anjing peliharannya. Namun. polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Mayat korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim untuk divisum dan otopsi.
Kakak korban, Hendry De Fretes, menjelaskan, mayat korban ditemukan Jumat (11/4) sekitar pukul 08.00. Saat itu dirinya melihat melalui celah pintu. Adiknya di dalam kamar sudah tidak bergerak. Kemudian Hendry memanggil saudaranya untuk mendobrak pintu kamar.
Baca Juga: Aktivis Islam Karawang Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan ke Palestina
Di dalam kamar, juga ada empat ekor anjing berdiam di lantai dan tempat tidur. "Pintunya saya dobrak. Saya bawa balok anjingnya keluar dari kamar," ungkapnya, Jumat (11/4) dikutip radar surabaya.
Hendry menerangkan, jendela kamar lalu ditutup menggunakan bangku dan kursi serta perabot lainnya. Tujuannya supaya anjing yang ada di kandang belakang rumah tidak masuk ke kamar melalui jendela kamar.
"Jenazah ditemukan di kamar posisi miring. Lukanya di kepala tinggal tengkorak dan lengan luka parah," jelasnya.
Ia menduga korban dimakan anjing setelah meninggal dunia di kamar. Untuk badan korban masih utuh. Sedangkan kepala dan lengan seperti digerogoti. "Mungkin analisa saya saat sudah meninggal dunia, anjing tidak diberi makan dari kemarin. Setelah anjing kelaparan baru dimakan," tuturnya.
Korban di dalam rumah tersebut tinggal seorang diri. Statusnya masih bujang. Dia memelihara 8 sampai 10 ekor anjing kampung. "Anjingnya kalau sama dia jinak," bebernya.
Hendry menceritakan Kamis, adiknya masih beraktivitas dan sempat dikirim makan nasi bungkus. "Jam 11 malam saya sempat negur. Jon anjingnya kok ribut, tapi nggak ada suara," tegasnya.
Kapolsek Rungkut AKP Agus Santoso menjelaskan, setelah menerima laporan anggota reskrim mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
"Luka kepala kulitnya (hilang) tinggal tengkorak aja. Sama pergelangan tangan sampai jari hilang," ucapnya.
Jenazah korban lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk keperluan visum dan otopsi.
"Makanya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda untuk divisum. Ya, itu kan nanti dari visum menunjukkan itu (penyebab kematian). Tapi kalau menurut tetangga sini anjing-anjing setia. Gak mungkin akan menggigit juraganya atau pemilik," tutupnya. ***



