POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto mengkalim jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong daya saing perekonomian nasional.

Hal itu dikatakan Prabowo usai pimpin rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Senin (17/2/2025).

“Sudah ada laporan bahwa produksi beras kita meningkat secara signifikan. Kebijakan-kebijakan yang mendorong daya saing untuk transformasi ekonomi kita yang pertama tentunya program Makan Bergizi Gratis,” kata Prabowo Subianto.

Baca Juga: Terkait Permintaan Maaf Razman Nasution dan Firdaus Oiwobo, Hotman : Sudah Kelewat Batas

Presiden juga mengatakan program MBG diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan di seluruh daerah-daerah di negara kita karena uang berputar di desa, di kecamatan, dan di kabupaten.

MBG dan Perputaran Uang di Desa
Sebelumnya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menyatakan jika peran desa dalam MBG sangat diperlukan.

“Pak Prabowo minta agar seluruh kebutuhan MBG dipasok dari desa-desa,” kata Ahmad Riza usai menghadiri pembukaan HUT KE-17 Silaturahmi Nasional Gema Desa di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/2/2025).

Baca Juga: Fleksibel dan Terukur: Jurus BRI Jaga Laju Pertumbuhan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Keikutsertaan desa-desa sebagai pemasok kebutuhan Makan Bergizi Gratis atau MBG juga diharapkan bisa memberikan dampak secara finansial.

Pertumbuhan ekonomi yang berasal dari program MBG ini diperkirakan bisa meningkat 4 hingga 7 kali lipat.

Hal tersebut mungkin terjadi karena ada perputaran uang di usaha desa atau BUMDES tersebut selama berpartisipasi di program MBG.

“Karena itu, harapannya seluruh desa siap menyambut program ini, jadi subyek pembangunan desa,” terangnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Sepasang ASN Diduga Selingkuh: Kantor Imigrasi Pekanbaru Siapkan Sanksi Bagi Para Pelaku

Dengan kenaikan perputaran uang, pemerintah berharap pula pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Aturan Tentang Desa Dukung Ketahanan Pangan
Ditambahkan Ahmad Riza jika pemerintah telah memiliki aturan mengenai keikutsertaan desa dalam ketahanan pangan.

Penggunaan dana desa diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2023.

“Dalam Permendes, sekurangnya minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. Desa mendukung program ketahanan pangan, mendukung swasembada pangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Iwan Septian, Pria Tuna Wicara Jadi Korban Pengeroyokan Suporter Persija di Jatinegara Gegara Pakai Baju Persib

Target Penerima Manfaat MBG
Untuk pelaksanaan MBG, target periode pertama MBG dimulai Januari hingga April 2025 dengan target 3 juta penerima manfaat.

Untuk periode kedua, target penerima manfaat adalah 6 juta yang akan berlangsung dari April hingga Agustus 2025.

Kemudian sampai akhir tahun, target penerima manfaat sejumlah 15 juta orang dengan anggaran yang dimiliki Badan Gizi Nasional senilai Rp71 Triliun sebelum terkena pemotongan anggaran.

Baca Juga: ODGJ Ngamuk Bawa Samurai, Satu Anggota TNI dan Polisi Jadi Korban

Saat menyampaikan sambutannya di HUT Partai Gerindra ke-17 di SICC Bogor, Sabtu (15/2/2025), Prabowo memuji kinerja BGN yang menurutnya telah gerak cepat.

Karena itu, ia mengatakan kalau sampai akhir Juli 2025 nanti target penerima manfaat MBG minimal sebanyak 6 juta orang.

Dalam laporan yang ia terima, sudah ada 770 ribu penerima manfaat yang menikmati program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga: RIBUAN JAMAAH Padati Penutupan Pengajian Majlis Ta'lim Al Basriyah dan Muslimat Al Basriyah Parung Panjang, Dari Rahmat Yasin Hingga Hercules Hadir

“Saya diberitahu bahwa berapa hari ini sudah sampai 770 ribu anak dan akhir bulan Februari sudah sampai 1 juta dan seterusnya, diharapkan akhir Juli sudah sampai 6 juta minimal,” ucapnya. ***