POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tokoh nasional yang mengklaim sebagai oposisi pemerintah, Jumat (30/1) malam.

Dari nama-nama yang dihimpun wartawan, ada tujuh tokoh oposisi yang bertemu dengan Presiden diantaranya Abraham Samad, Said Didu, Prof Siti Zuhro dan beberapa yang lain.

"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Menhan Sjafrie kepada para peserta retreat PWI di Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan, pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.

Baca Juga: Pernah Berseteru, Gus Yahya Ungkap Alasan Rais Aam PBNU dan Gus Ipul Tak Hadiri 100 Tahun NU

Ia melanjutkan, pihak-pihak itu mulai dari swasta yang tidak mau mengikuti regulasi usaha demi keuntungan pribadi hingga dugaan anggaran negara yang bocor.

"Bahkan saya menerima kurang lebih Rp5.777 triliun, bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi,” katanya.

“Padahal kita punya APBN 300 sekian triliun rupiah. Kemana kebocoran itu?," kata dia.

Ia sendiri tidak menutup mata bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara itu.

Karena itu, dia mengatakan, Prabowo dalam pertemuannya dengan para tokoh oposisi itu ingin mengajak bersama sama membenahi negara.

Baca Juga: Ada Apa Ya? Heboh Pertemuan Misterius Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Begini Penjelasannya!

"Oleh karena itulah saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis melihat situasi. Kita jangan tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan," jelas dia.

Sementara itu, Abraham Samad membenarkan pertemuan dirinya dengan Presiden Prabowo.

"Benar sekali," kata Samad.

Menurut dia, setidaknya ada sekitar tujuh sosok dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang ikut bertemu dengan Prabowo pada Jumat malam.

Beberapa yang diingatnya adalah Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro dan mantan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

"Saya agak lupa berapa orang, mungkin sekitar tujuh atau apa, saya agak lupa. Ada Profesor Siti Zuhro," katanya dilansir Republika.

Ia mengatakan, pertemuan itu dilakukan atas undangan langsung dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam undangan itu, Prabowo disebut ingin berdiskusi dengan sejumlah tokoh.

Samad menyebutkan, pertemuan itu dilakukan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat sore hingga malam.

"Pertemuannya dari jam lima sampai jam sembilan malam. Cukup lama diskusinya, karena Pak Prabowo juga presentasi ya. Banyak hal yang dia presentasikan, tentang penyelamatan sumber daya alam dan lain sebagainya," kata Samad.

Ia mengaku tidak paham apabila pertemuan itu disebut untuk berdiskusi dengan tokoh oposisi. Sebab, selama ini ia merasa tidak pernah memposisikan diri sebagai oposisi pemerintah.

"Jadi saya enggak tahu apakah undang itu kepada tokoh oposisi, saya nggak tahu persis itu. Yang jelas saya diundang. Undangannya itu melalui Pak Sjafrie Sjamsoeddin, saya diundang," kata Abraham Samad yang merupakan mantan Ketua KPK ini.***