POJOKSATU.id - Partai Demokrat dipastikan tidak akan tinggal diam pasca keputusan Muhaimin Iskandar cawapres Anies Baswedan.
Demokrat juga dipastikan tidak akan mengulang 'kesalahan' pada 2019 meski AHY batal jadi cawapres Anies Baswedan.
Justru keputusan Partai Nasdem jadikan Muhaimin Iskandar cawapres Anies Baswedan malah akan membuat posisi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurto Yudhoyono (AHY) 'diuntungkan'.
Baca Juga: Ribuan Warga Klaten Ramai-Ramai Pakai Kaos 'Thanks To Pak Ganjar'
Seperti diketahui, Demokrat pada Pilpres 2019 lalu memilih untuk 'golput' alias tidak bersikap dan atau tidak bergabung dengan koalisi manapun.
Dengan kondisi politik kekinian, Partai Demokrat dipastikan akan keluar dari Koalisi Perubahan yang sebelumnya dihuni bersama Nasdem dan PKS.
Demikian disampaikan pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan, kepada Pojoksatu.id, di Bandung, Jumat 1 September 2023.
Baca Juga: Honorer Ganti Nama Jadi PPPK Part Time, Gajinya Berapa?
"Dengan langkah Nasdem menggandeng Cak Imin, saya memprediksi Demokrat keluar dari koalisi bersama PKS dan Nasdem tersebut," ujar Firman Manan.
Maka kemungkinan yang terjadi kemudian adalah Demokrat akan bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto atau koalisi Ganjar Pranowo.
Menurutnya, dengan kondisi politik kekinian, Demokrat bisa bergabung dengan 2 koalisi tersebut.
Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Kamar Tidur Minimalis untuk Remaja Pria yang Nyaman
"Jika dilihat dari komunikasi politik, tak ada masalah bagi demokrat untuk masuk ke dua koalisi tersebut," terangnya.
Di kubu Prabowo, pertemuan antara SBY dan Prabowo beberapa bulan lalu kerap dilakukan keduanya, termasuk dengan AHY.
"Sangat mungkin dengan Prabowo dan tak ada masalah. Ini bisa saja dilakukan Demokrat menyikapi situasi politik hari ini," kata dia.
Sedangkan bersama koalisi Ganjar Pranowo, hal ini yang ditunggu masyarakat.
Baca Juga: Demam Nikel
Dimana hal itu sekaligus menjadi rekonsiliasi antara PDIP dan Demokrat yang sudah terjadi sejak berpuluh tahun lalu.
"Adanya pertemuan Puan Maharani dan AHY, lalu pernyataan SBY soal rekonsiliasi bersama Megawati, itu membuat masyarakat juga menunggu," bebernya.
"Dimungkinkan dengan koalisi Ganjar pun Demokrat bisa masuk dengan kesepakatan yang dijalin," tandasnya.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: Ini Grup Neraka Berdasarkan Nilai Skuad
Di sisi lain, Firman mengakui bahwa manuver yang dibuat Partai Nasdem itu sama sekali tidak diprediksi semua pihak.
"Inilah partai di Indonesia, koalisi itu tidak ada yang abadi. Sama dengan idiom 'tak ada teman abadi tak ada musuh abadi'. Yang ada kepentingan yang abadi," ungkap dia.
Firman melihat, langkah Nasdem ini sebagai langkah berani di tengah ketidakpastian siapa bakal cawapres dari 2 koalisi.
Baca Juga: Hasil Drawing Liga Champions Musim 2023/24: Ini 3 Grup Neraka
Baik di koalisi Prabowo Subianto ataupun di koalisi Ganjar Pranowo.
Firman menyebut, sejatinya Nasdem sudah mengsinyalkan akan 'mengawinkan' Anies dengan sosok yang bisa menguatkan dan mengusai Jawa Timur.
Itu dilakukan lantaran Jawa Timur memang merupakan salah satu lumbung suara yang sangat besar.
Salah satu pilihan adalah menggandeng sosok yang dekat dengan basis massa Nahdlatul Ulama atau NU.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: PSG dan Milan Masuk Grup Neraka, Man City Ditantang 3 Kuda Hitam
"Saat itu nama yang muncul ibu Khofifah (Indar Parawansa). Namun ini rupanya dilihat sebagai peluang oleh Cak Imin untuk melakukan komunikasi dengan Nasdem," jelas Firman.



