POJOKSATU.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan ibu kota tetap terbuka bagi para pendatang baru setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Ia menegaskan tidak akan ada operasi yustisi atau pemeriksaan khusus bagi masyarakat yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Pramono, Jakarta sejak dulu dikenal sebagai kota yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan pembatasan atau pemeriksaan khusus terhadap para pendatang setelah Lebaran.
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu,” ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk datang dan bekerja di ibu kota selama mengikuti aturan yang berlaku.
Pemerintah daerah, kata dia, lebih memilih memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk mencari penghidupan di Jakarta.
Selain membahas soal arus pendatang, Pramono juga memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Jakarta menjelang Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman.
Baca Juga: Wartawan Dilarang Liput Penyerahan SK Plt Bupati Pekalongan, Gubernur Jateng Mengaku Tak Tahu
Menurutnya, stok berbagai komoditas penting saat ini berada pada level yang cukup bahkan cenderung berlebih.
Kondisi tersebut diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Saya meyakini ini karena stoknya memang berlebih,” jelasnya.
Meski demikian, Pramono tetap mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap situasi global yang masih tidak menentu.
Ia menyinggung beberapa konflik internasional yang berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi, seperti perang Rusia dan Ukraina serta ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, dinamika global tersebut bisa berdampak pada harga energi maupun pangan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi agar stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di Jakarta tetap terjaga.***




