POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menghadirkan inovasi infrastruktur baru yang sangat dinantikan oleh para pengguna transportasi publik di ibu kota.

Proyek monumental yang dinamakan Jembatan "Donat" Dukuh Atas ini dijadwalkan akan mulai resmi dikerjakan pada tanggal 22 Juni 2026 mendatang.

Momentum penataan kawasan transit ini diawali dengan proses groundbreaking atau peletakan batu pertama yang berlangsung pada 21 hingga 22 Juni 2026.

Menariknya, pelaksanaan awal proyek ini sengaja dirancang agar bertepatan langsung dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta.

Baca Juga: Belum Juga Dibuka CPNS 2026, Publik Sudah Dibuat Jantungan dengan Isu Tak Ada Rekrutmen Tahun 2027!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa esensi dari pembangunan jembatan melingkar ini adalah untuk mengintegrasikan sistem transportasi Jakarta secara menyeluruh.

Secara fungsi utama, infrastruktur unik ini akan menghubungkan berbagai moda transportasi massal yang berada dalam satu kawasan transit strategis.

Beberapa titik krusial yang akan tersambung langsung oleh jembatan ini meliputi Stasiun Sudirman, Dukuh Atas Transport Hub, Thamrin Nine, Stasiun BNI City, hingga rencana Future LRT Jakarta Station.

Area pembangunannya sendiri akan membentang di atas Sungai Ciliwung dengan desain ikonik menyerupai bentuk kue donat raksasa.

Baca Juga: Anggaran BKN Bocor atau Kurang? Angka Rp229,9 Miliar Ini Bikin Syok! Pengaruhi Pembukaan CPNS 2026?

Kehadiran jembatan ini diproyeksikan membawa banyak manfaat besar, salah satunya adalah membuat integrasi antar-moda transportasi menjadi jauh lebih efisien.

Selain itu, desain melingkar tersebut juga dirancang untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik persimpangan padat.

Para pejalan kaki pun akan dimanjakan karena fasilitas ini menyediakan akses menyeberang yang jauh lebih aman, ramah, dan juga nyaman.

Melalui proyek ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat modern berbasis transportasi berkelanjutan dapat terwujud dengan lebih baik.

Dengan demikian, perpindahan penumpang dari MRT, LRT, hingga KRL Commuter Line nantinya bisa berjalan dengan sangat praktis tanpa perlu ribet lagi.***