POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas paling strategis di dunia saat ini.

Bahkan, menurut Prabowo, banyak negara secara langsung meminta Indonesia untuk memasok crude palm oil (CPO) guna memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Dibuka 30 April, Pendaftaran Australia Awards Scholarship 2026 Beri Fasilitas Lengkap, Ini Cakupan dan Link Pendaftarannya

Dalam paparannya, Prabowo mengungkapkan bahwa permintaan sawit Indonesia datang dari berbagai negara di berbagai kawasan dunia.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang secara eksplisit meminta pasokan sawit saat dirinya melakukan kunjungan kenegaraan.

“Kami mohon, Indonesia, tolong suplai kelapa sawit, CPO. Saya ke Pakistan, saya ke Mesir, saya ke Rusia, saya ke Belarus, di mana-mana minta kelapa sawit,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.

Baca Juga: OSN 2026 Resmi Digelar, Ini Syarat, Jadwal Lengkap, dan Cara Daftar untuk SD dan SMP

Menurut Prabowo, tingginya permintaan tersebut menunjukkan bahwa sawit Indonesia memiliki posisi sangat penting dalam peta ekonomi global.

Sawit tidak hanya digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, tetapi juga menjadi komoditas utama untuk industri pangan, energi, hingga bahan baku produk turunan lainnya.

“It’s a very strategic commodity,” tegas Prabowo menambahkan.

Baca Juga: Tersangka Riza Chalid Diduga Berada di Sini, Upaya Polri Dikomplen Aturan Negara Tersebut

Presiden menilai, posisi strategis sawit harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional.

Ia menekankan pentingnya tata kelola industri sawit yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan petani serta perekonomian nasional.

Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas pasokan global.

Namun, di saat yang sama, Indonesia tidak boleh dirugikan dan harus memastikan nilai tambah sebesar-besarnya dinikmati di dalam negeri.

Dalam forum tersebut, Prabowo turut menyinggung tantangan global yang dihadapi industri sawit, termasuk tekanan isu lingkungan dan kebijakan dagang dari sejumlah negara.

Baca Juga: Perkiraan Jadwal Pencairan PIP 2026, Ini Kriteria Penerima dan Cara Cek Bantuan

Menurutnya, Indonesia harus percaya diri membela kepentingan sawit nasional dengan data dan praktik berkelanjutan yang kuat.

Ia meminta pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam mengelola sektor perkebunan sawit, mulai dari peningkatan produktivitas, perbaikan tata kelola lahan, hingga penguatan industri hilir.

Dengan begitu, sawit tidak hanya menjadi komoditas ekspor mentah, tetapi juga motor penggerak industri nasional.

Baca Juga: Banjir Cawang, Pertamina Regional JBB Salurkan Alat Kebersihan dan Sembako untuk Warga Terdampak

Prabowo menegaskan bahwa sawit merupakan salah satu penopang penting ketahanan ekonomi Indonesia.

Di tengah ketidakpastian global, komoditas strategis seperti sawit dinilai mampu menjadi kekuatan ekonomi sekaligus alat diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Taklimat Presiden dalam Rakornas tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan visi antara pemerintah pusat dan daerah agar potensi strategis sawit dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan demi kepentingan bangsa.***